KH Amin Siroj Gedongan, Sosok Kyai Penyayang Kucing

kh amin siraj gedongan

Kyai Amin adalah putra KH Siroj Gedongan kedelapan (bungsu).

Kyai Amin adalah sosok Kyai yang sangat menyayagi binatang kucing. Tak heran kalau di rumahnya terdapat banyak kucing, beberapa di antaranya ada yang diberi nama seperti Shinta, Thowil (karena bentuknya panjang) dll. Kucing yang dipelihara semuanya kucing lokal / rumahan, bukan kucing anggora yang harganya mahal. Beliau hanya ingin meniru Nabi Muhammad, yang sangat menyayangi kucing.

Diceritakan oleh H. Benny Saputra / Kang Beny, seorang keturunan Tiongoa yang juga Alumni Pesantren Gedongan di acara Mendak ke – 5 Ibundanya, Ny Nany Beng. Kang Beny menceritakan bahwa kunci kesuksesan dan kebahagiaan adalah berbakti pada kedua orang tua, menyayangi sesama manusia, fakir miskin serta tidak berbuat kasar pada binatang.

Kang Beny juga menceritakan sosok Kyai Amin Siroj, salah seorang gurunya ketika mesantren di Pesantren Gedongan. Menurut Kang Beny, Kyai Amin adalah sosok yang sangat menyayangi kucing.

Suatu hari, ketika Kang Beny masih mesantren di Gedongan, tiba – tiba Kang Beny dipanggil oleh Kyai Amin.

“Ben, iki mene ana kucing mati. Ditahlili ya..” kata Kyai.

Karena yang menyuruh Kyai, maka Kang Beny langsung menjawab “Nggih, Kyai”.

Kemudian sesuai perintah Kyai, kucing yang mati tadi dikubur kemudian ditahlili.

Kyai Amin juga begitu bahagia ketika ada salah satu kucingnya yang melahirkan. Satu minggu sebelum Kyai wafat, salah satu kucing peliharaan Kyai ada yang melahirkan. Karena bahagia kucingnya melahirkan, Kyai memerintahkan santrinya untuk surak (bagi – bagi uang dengan cara dilempar) sebanyak dua juta rupiah.

“Iki cah ana duit rong juta kanggo surak, syukuran alhamdulillah ana kucing lahiran,” kata Kyai Amin.

Subhanallah..

Penulis: Abd Majid, Cirebon.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *