Ketua LBM PWNU DIY: Ada Kesalahan dalam Memahami Zona Covid-19- KESALAHAN ZONA COVID-19
Dalam mensikapi covid-19 LBM PWNU DIY beda dengan PWNU yang lain. Begini, yang namanya pandemi itu tidak bisa dikatakan di sini masih aman, di sana zona hijau, atau di sini merah. Pandemi itu ya berarti menyebar secara global.
Dalam artian seluruh penjuru dunia, meskipun dia ada di atas gunung berpotensi terkena virus tersebut jika tidak segera menerapkan social distancing. Pemerintah yang masih memetakan zona untuk menentukan tindakan, maka dia salah dalam perhitungan. Begitu juga hukum shalat Jum’at yang masih memakai zona, berarti menyalahi pengertian pandemi. Kalaupun toh tetap melaksanakan shalat Jum’at WAJIB sesuai protokol social distancing dengan jarak minimal 1.5 M sesuai perintah Nabi Muhamamd SAW.
Kita lihat negara-negara Timur Tengah seperti Saudi, Mesir, Kuwait, dan lain-lain, ketika covid-19 ditetapkan sebagai wabah yang bersifat pandemi oleh WHO, mereka langsung menutup sekolah, menghentikan keramaiaan, dan mengosongkan masjid dari kegiatan berjamaah.
فاسئلوا اهل الذكر ان كنتم لا تعلمون
Dalam masalah virus rujukan ahludzikri adalah para tenaga medis dalam bidang virus. Adapun ulama akan menghukumi sesuai dengan rekomendasi para ahli medis tersebut. Selain itu, intruksi presiden stay at home berlaku untuk semua propinsi, tidak memandang zona.
______________
Semoga artikel Ketua LBM PWNU DIY: Ada Kesalahan dalam Memahami Zona Covid-19 ini memberikan manfaat dan barokah untu kita semua, amiin Allahuma aamin..
simak artikel terkait konten beragam lainnya di website resmi bangkitmedia, terdapat opini, berita, kisah karomah wali, bahtsul masail, hikmah, tokoh, refleksi, dan lain sebagainya. anda juga dapat mengirimkan tulisan di email yang tertera. langsung saja klik di sini
kunjungi juga channel Bangkit TV yang menyajikan konten-konten yang menyejukkan dan memberikan informasi, pendidikan dengan sudah di bumbui dengan subtitle bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like, memberikan masukan dengan komentar dan subscribe channel Bangkit TV
Penulis: KH Fajar Abdul Bashir, Ketua LBM PWNU DIY.
Editor: Anas Muslim








