LBM PWNU DIY

Ketua LBM PWNU DIY: Ada Kesalahan dalam Memahami Zona Covid-19

Posted on

KESALAHAN ZONA COVID-19

Dalam mensikapi covid-19 LBM PWNU DIY beda dengan PWNU yang lain. Begini, yang namanya pandemi itu tidak bisa dikatakan di sini masih aman, di sana zona hijau, atau di sini merah. Pandemi itu ya berarti menyebar secara global.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Dalam artian seluruh penjuru dunia, meskipun dia ada di atas gunung berpotensi terkena virus tersebut jika tidak segera menerapkan social distancing. Pemerintah yang masih memetakan zona untuk menentukan tindakan, maka dia salah dalam perhitungan. Begitu juga hukum shalat Jum’at yang masih memakai zona, berarti menyalahi pengertian pandemi. Kalaupun toh tetap melaksanakan shalat Jum’at WAJIB sesuai protokol social distancing dengan jarak minimal 1.5 M sesuai perintah Nabi Muhamamd SAW.

Baca Juga >  Mengapa Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pro-212?

Kita lihat negara-negara Timur Tengah seperti Saudi, Mesir, Kuwait, dll, ketika covid-19 ditetapkan sebagai wabah yang bersifat pandemi oleh WHO, mereka langsung menutup sekolah, menghentikan keramaiaan, dan mengosongkan masjid dari kegiatan berjamaah.

فاسئلوا اهل الذكر ان كنتم لا تعلمون

Dalam masalah virus rujukan ahludzikri adalah para tenaga medis dalam bidang virus. Adapun ulama akan menghukumi sesuai dengan rekomendasi para ahli medis tersebut. Selain itu, intruksi presiden stay at home berlaku untuk semua propinsi, tidak memandang zona.

LBM PWNU DIY

KH Fajar Abdul Bashir, Ketua LBM PWNU DIY.