media sosial

Kaidah Jurnalisme yang Hilang di Era Sosial Media

Posted on

Teknologi dan Kaidah Jurnalisme. Salah satu ‘keajaiban’ teknologi modern saat ini fenomena perkembangan applikasi atau software yang bisa digunakan di hp.

Dulu saya berpikir bagaimana seandainya kita bisa mengetik naskah tulisan di hp, dimana hp itu sendiri terhubung ke internat. Asyiknya, kita tidak perlu bawa-bawa komputer kemana-mana. Cukup ketik di hp terus langsung upload tulisan dan dibaca orang sedunia.

Saya mikir gitu di tahun 2005-an ketika lagi jadi pemimpin Redaksi sebuah portal berita. Zaman dimana hp cuma bisa telpon dan sms doang.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Sebab saya punya wartawan yang tiap hari liputan ke lapangan. Habis wawancara terus dia balik kantor, terus mengetik ulang naskah dari catatan di blocknote atau rekaman suara.

Sampai besok berita itu baru naik di halaman depan. Wah lelet banget kerja kayak gitu.

Maka saya membayangkan si wartawan itu habis liputan langsung ketik naskah berita di hp. Upload fotonya juga langsung dari hp.

Baca Juga >  Tiga Langkah dalam Merawat Kebaikan

Tidak usah pakai acara pulang ke kantor lalu mulai ngetik naskah sampai pagi.

Malah maunya saya, wartawan nggak usah masuk kantor absen segala. Yang penting konten berita terus dikirim.

Dan ternyata . . .

Semua itu bisa dilakukan sekarang ini. Tampilkan berita, plus ppload foto, dan video juga bahkan. Semua orang pegang hp yang bisa kayak gitu.

Yang jadi masalah justru tidak mentang-mentang punya hp canggih lantas pada bisa konten berita. Sebab nulis berita ada ilmunya, namanya jurnalistik. Ads kaidah-kaidah semacam 5W+1H, terus ada cover both side dan seterusnya.

Kaidah jurnalisme inilah yang hilang di era sosial media. Sayang sekali . . .

Penulis: Ahmad Sarwat, Lc., MA