Jadi Grand Syekh Al-Azhar, Tapi Tetap Tidak Memiliki Rumah

Jadi Grand Syekh Al-Azhar, Tapi Tetap Tidak Memiliki Rumah

Posted on

Jadi Grand Syekh Al-Azhar, Tapi Tetap Tidak Memiliki Rumah.

Maulana Syekh Abdul Halim Mahmud al-Husaini rahimahullah menjual tanah warisan di kampung; untuk membeli rumah di Cairo, agar beliau dan keluarga tidak lagi hidup di rumah sewaan.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Membawa uang hasil penjualan tanah kembali ke Cairo, beliau mampir dulu di rumah sakit untuk mengunjungi teman yang sakit.

Di rumah sakit itu, beliau juga bertemu salah satu murid beliau yang tampak bersedih, “Kenapa Nak kamu bersedih?” tanya Syekh.

“Maulana, ayahku sakit, keadaannya memerlukan operasi segera dengan beaya yang banyak.. Tolong do’akan semoga sembuh”.

Syekh terharu, mata beliau pun berair. Beliau pun mengeluarkan uang hasil penjualan tanah untuk beaya operasi ayah sang murid.

Baca Juga >  Kisah Gus Dur dan Gus Im Saling Berebut CD Musik Klasik

Beliau menolak tinggal di rumah wakaf.

Saat diangkat jadi Grand Syekh al-Azhar, beliau juga tidak mau tinggal di rumah baru yang disediakan al-Azhar untuk tempat tinggal Grand Syekh.

Syekh tetap tinggal di rumah sewaan sampai beliau meninggal, tidak membeli rumah yang dulu sempat beliau inginkan untuk dibeli..

Beliau membeli hal lain. Memilih berinteraksi dengan Allah.

Demikian kisah Syekh Abdul Halim Mahmud Jadi Grand Syekh Al-Azhar, Tapi Tetap Tidak Memiliki Rumah, semoga bermanfaat.

Penulis: Hilma Rosyida Ahmad, mahasiswa Al-Azhar Kairo Mesir.