Ironi Ustadz Evi, Ngajinya Ngawur Kok Ngaku-ngaku Muridnya Nabi

Ironi Ustadz Evi, Ngajinya Ngawur Kok Ngaku-ngaku Muridnya Nabi

Posted on

Ironi Ustadz Evi, Ngajinya Ngawur Kok Ngaku-ngaku Muridnya Nabi.

Sekelas Nabi ngaji Al-Qur’an punya guru (tidak ngawur), Lha dia ngajinya ngawur kok ngaku-ngaku muridnya Nabi? Dalam hal bacaan Al Qur’an Nabi Muhammad Saw yang diamanahi Wahyu oleh Gusti Allah saja punya Guru Al Qur’an yaitu Malaikat Jibril ‘Alaihissalam.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Tarbiyah yang luar biasa sekelas Nabi Muhammad Saw belajar kepada Malaikat Jibril yang secara pangkat derajat tak sebanding bila dibandingkan Nabi Muhaamad Saw, inilah teladan yang luar biasa mahal. Umat Nabi Saw seharusnya bisa belajar dari Nabinya yang punya adab dan etika, padahal Nabi Muhammad Saw kalau soal bahasa Arab beliau paling fasih tapi dalam hal membaca Kalamullah, beliau punya Guru, menandakan betapa membaca bahasa Arab tidak sama dengan membaca Al Qur’an. Membaca Kalamullah (Al Qur’an) harus ada seorang Guru yang membimbing, tak boleh kita sembarangan membaca tanpa bimbingan dan arahan seorang Guru.

Dalilnya jelas dalam Al Qur’an Surat Al Qiyamah ayat 16.

Dalil Talaqqi:

لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦۤ

Evi Efendi mengaku tidak belajar dari Guru dan langsung mendapat ilmu dari Rosulullah Saw dan Para Sahabat, pertanyaan saya sederhana:

1. Kapan Evi bertemu dan bertatap muka dengan Nabi Muhammad Saw ? Bukankah belajar Al Qur’an harus Musyafahah (berhadap hadapan) harus Talaqqi (turun temurun) tidak bisa njujug tanpa adanya pertemuan langsung antara murid dan guru? Jika Evi bilang Gurunya Nabi kapan dia bertemu dengan Nabi? Lagipula setahuku bacaan Al Qur’an yang aku terima dari guruku, guruku dari gurunya hingga sampai kepada Nabi Muhammad Saw dalam mengajarkan Al Qur’an tidak begitu Nabi cara membaca Kalam-Nya.

Baca Juga >  Benarkah Malam Lailatul Qadar 2020 Jatuh pada Malam 17 Ramadhan?

2. Bila Evi ngaku belajar dari sahabat, sahabat siapa yang dia jadikan Gurunya? Toh kenalnya sama sahabat dari buku padahal bacaan Al Qur’an tidak cukup dipelajari dari buku tetapi haruslah praktek langsung ke hadapan Guru dan paling realistis untuk zaman saat ini, belajar dari Guru Ahli yang sanad bacaannya smpai hingga Nabi Saw adalah cara satu satunya cara mengetahui dan mempelajari bacaan Al Qur’an yang benar & tsiqoh (bisa betul-betul dipertanggungjawabkan)

3. Kalo belum belum dia sudah menuduh orang yang berilmu (Ulama) sombong, lalu apakah bukan berarti dia sendiri telah sombong? Nggak paham ilmu agama terutama yang paling mendasar yaitu membaca Al Qur’an sesuai Makhroj & Tajwid tapi berani menyalahkan orang lain yang berilmu ?

Kesimpulannya Begini:

Kita bisa belajar dari Evi betapa mengaji tidak cukup hanya dengan kita pinter buka Youtobe lalu naik panggung ngomongin orang banyak, ada proses panjaang nan terjal yang harus di lalui, mengajilah kepada Guru yang memiliki kredibilitas ilmu maka kau akan mengerti, jangan seperti Evi yang ngaku ngaku pernah mengaji langsung ke Nabi Muhammad Saw lha wong umurnya saja belum ada 50 tahun kok, kecuali kalau umurnya dia saat ini 1500 kurang sedikit, baru masuk akal kalo dia pernah Ngaji ke Nabi Muhammad Saw dan para sahabat-sahabat Nabi Saw

Inilah fakta Ironi Ustadz Evi, Ngajinya Ngawur Kok Ngaku-ngaku Muridnya Nabi.

Wallahu A’lamu

Penulis: Gus Abdul Haris, Anggota Banser Satkoryon Pleret.