Rahasisa Kecerdasan Gus Dur

Ini Rahasia Kecerdasan Gus Dur yang Tidak Banyak Diketahui

Posted on

Hampir semua orang mafhum, pula mengakui, bahwa sosok KH Abdurrahman Wahid memang cerdas. Cucu Hadratussyaikh Hasyim Asy’arie itu bahkan hafal 200 nomor telepon di luar kepala. Tiap kali baca, hanya  dengan melihat bagian ‘Index’ di belakang, Gus Dur sudah mampu menjelaskan isi luar-dalam buku. Bahkan corak pemikiran penulis buku itu pun sudah dihafal Gus Dur.

Semakin takjub ketika kita membaca, bagaimana Gus Dur mampu meluncurkan aneka jokes segar sesuai dengan daerah, wilayah atau bahkan negara yang sedang ia kunjungi. Tambah takjub lagi, misalnya, saat Gus Dur bersua dengan Presiden AS (waktu itu) Bill Clinton dan membuat presiden negara adikuasa itu terbahak. Banyak media AS yang bingung plus heboh, bagaimana mungkin Mr. President yang menjadi kebanggaan mereka bisa tertawa lepas di hadapan seorang santri desa?

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ternyata Gus Dur melempar candaan yang hanya diketahui kalangan terbatas di Gedung Putih. Yaitu terkait ruangan rahasia yang kerap digunakan Presiden AS Roosevelt. “Itu kan sebenarnya kamar penyimpan alat golf Roosevelt, tapi dinamai Library,” celetuk Gus Dur. Seketika tawa Clinton meledak. “Kok Anda bisa tahu rahasia kami sedetail itu?” tanya Clinton heran.

Lalu apa rahasia kecerdasan putra sulung KH Wahid Hasyim itu? Apa ilmu laduni yang begitu saja tiba-tiba mendapat ilham dari Sang Maha Pemilik Ilmu? Atau diajarkan langsung oleh Nabi Khidir?

Jawabannya yang pasti, salah satu kecerdasan Gus Dur adalah… (Sssst, tapi ini rahasia ya, sesungguhnya cukup berat kami tulis….)

Rahasianya adalah… Ehm, tunggu dulu, sebenarnya pembaca budiman sudah tahu kok. Karena juga sudah tercantum di awal tulisan ini. Gus Dur bisa hebat seperti itu, salah satunya karena…. Banyak Baca!

Baca Juga >  Prof KH Machasin: Nabi Muhammad dalam Pandangan Historis dan Imaginatif

Kok bisa? Lha ya bisa. Coba bayangkan, saat Gus Dur muda menimba ilmu di Al Azhar hingga ke Baghdad, saban pagi sudah siap di depan pintu perpustakaan. Begitu pintu dibuka, Gus Dur menjadi yang pertama masuk dan asyik membaca hingga lupa waktu. Begitu dilakukan terus tiap pagi tanpa jemu.

Sampai-sampai penjaga perpustakaan menyerahkan kunci padanya. “Karena engkau datangnya pasti lebih awal, kunci perpustakaan ini biar kau yang pegang,” begitu kira-kira dialog yang terjadi. Dan Gus Dur pun girang tiada kepalang.

Pernah suatu hari, Gus Dur ditanya apa dirinya mendapat ilmu laduni? Dengan tegas Gus Dur menjawab, “Apa sampeyan ndak lihat mataku sampai rusak begini? Ini karena banyak membaca….!”

Jadi, wabil khusus kepada generasi muda yang selalu bermimpi ingin mendapatkan ilmu laduni, teladanilah Gus Dur dengan banyak membaca buku. Tidak hanya aktif berselancar di internet. Namanya juga berselancar: cepat memang, tapi riskan jatuh terjerembab. Beda dengan aktifitas membaca buku. Ia laksana masuk ke kapal selam: tenang menggali makna di kedalaman.

Perkara habis itu dapat barokah ilmu bahkan mendapat ilmu laduni, ini namanya bonus…. Dan kalau sudah bonus, ya terserah Sang Maha Pemberi Bonus yaaaa.

Untuk Gus Dur, alfatihah…

Ngoto, Juli 2019

Penulis: Bramma Aji Putra, Humas Kemenag DIY dan Pengurus LTN PWNU DIY