Ini Penjelelasan Makna Barokah Menurut KH Nafi’ Abdillah Kajen Pati
Barakah. Kata ini khas dunia santri. Non-santri biasanya menuduh barakah bermacam-macam dengan nada miring dan pejoratif.
Ini Penjelelasan Makna Barokah. Saya masih ingat ketika awal-awal studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Pati. KH Ahmad Nafi’ Abdillah yang mengajar pelajaran Ushul Fiqh (Lubbul Ushul karya Imam Zakariyya Al-Anshari) dawuh:
“Nek golek berkahe Matholi’ Ora iso tanpo sinahu. Berkahe Mathali’ kudu Karo Sinau. Berkahe Mathali’ sak iki Wes keto’ kanti sinahu.”
“Jika ingin mendapatkan berkah Mathali’ul Falah tidak bisa tanpa belajar. Berkahnya Mathali’ul Falah harus diraih dengan belajar. Berkahnya Mathali’ul Falah sudah kelihatan dengan belajar.”
Kiai Nafi’ Abdillah mengingatkan siswa-siswi PIM supaya serius dalam belajar dan jangan hanya mengandalkan berkah. Berkah harus diraih dengan belajar secara sungguh-sungguh.
Kiai Nafi’ Abdillah mencontohkan KH Muhammadun Abdul Hadi yang mempunyai spirit muthalaah kitab yang luar biasa. Muthalaah kitab bukan karena belum bisa. Sudah bisapun tetap muthalaah karena dalam setiap muthalaah akan dijumpai ilmu baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Muthalaah dijadikan tradisi inhern dalam kehidupan sehari-hari. Maka KH Muhammadun Abdul Hadi tampil sebagai faqih ushuli (pakar fiqh dan Ushul Fiqh) yang pemikirannya menjadi rujukan para Ulama. KH Muhammadun Abdul Hadi Selalu menjadi moderator (pimpinan Sidang) dalam forum Bahtsul Masail NU Pati yang mampu merumuskan jawaban secara ilmiah-argumentatif.
Pengertian
Guru-guru kami mengartikan barakah dengan :
زيادة الخير علي الغير
Ini Penjelelasan Makna Barokah. Bertambahnya kebaikan kepada orang lain. Artinya, kebaikan seseorang tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi bisa menular kepada orang lain dalam skala luas.
Banyak ayat Al Qur’an yang di dalamnya ada kata berkah.
سبحان الذي أسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الاقصي الذي باركنا حوله لنريه من ايتنا
Maha suci Dzat yang menjalankan hambaNya pada malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekitarnya untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaranKu (QS. Al-Isra’ 1)
ولو أن أهل القري آمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض
Dan jika sesungguhnya penduduk suatu daerah beriman dan bertaqwa maka pasti Aku buka bagi mereka berkah dari langit dan bumi (QS. Al A’raf 96)
وقل رب انزلني منزلا مباركا وانت خير المنزلين
Dan katakan (Wahai Muhammad) Wahai Tuhan kami tempatkan kami di tempat yang berkah, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang menempatkan (QS. Al-Mu’minun 29)
Doa saat bulan Rajab
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Wahai Allah, berkahilah bagi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami di bulan Ramadlan
Dalam Al-Barzanji
رب فانفعنا ببركتهم – واهدنا الحسني بحرمتهم
وأمتنا في طريقتهم – ومعافاة من الفتن
Wahai Tuhanku berilah manfaat kami dengan berkah mereka (orang-orang shalih) dan tunjukkan kami kebaikan dengan memuliakan mereka. Selamatkan kami di jalan mereka dan selamat dari fitnah
Barakah dengan Harakah
Melihat dawuh dan sirah ulama-ulama besar, maka barakah akan digapai seseorang setelah melakukan usaha maksimal penuh ikhlas, hanya mencari ridla Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Secara praktis, jika seseorang ingin mendapatkan berkah, maka harus punya semangat tinggi dalam belajar (hirsh), rendah hati (tawadlu’), istiqamah, amanah, punya semangat juang tinggi (kifah mudawamah), percaya kepada potensi sendiri (Al-I’timad Ala al-Nafsi), moderat (tawassuth), tidak berorientasi materi (zuhud), dan bisa menjadi teladan bagi orang lain (uswah Hasanah).
Barakah lahir dari harakah (bergerak terus menerus tanpa henti) sepanjang hayat masih di kandung badan.
Ingat kisah Kiai Sahal Mahfudh ketika belajar dengan KH Zubair Dahlan Sarang. Kiai Sahal Harus siap kapanpun ditimbali Kiai Zubair karena Kiai Zubair tidak memberikan waktu khusus kepada Kiai Sahal. Akhirnya Kiai Sahal Harus siap siaga setiap saat ditimbali, baik untuk mengaji atau menemani Kiai Zubair dalam acara-acara kemasyarakatan, seperti ta’ziyah kematian dan sejenisnya.
Kesungguhan dan khidmah Kiai Sahal kepada Kiai Zubair yang dikenal pakar fiqh-ushul fiqh berbuah manis, yakni Kiai Sahal tumbuh sebagai ulama yang diakui kealimannya dalam bidang fiqh-ushul fiqh, disiplin, dan mampu menebarkan kemanfaatan untuk publik secara luas.
Salah satu harakah yang penting untuk mendapatkan berkah adalah selalu mencari ridla guru dan berkhidmah (melayani) guru dengan sepenuh hati. Hubungan guru-murid adalah hubungan batin dunia-akhirat, sehingga khidmah kepada guru adalah sepanjang hayat. Khidmah yang dilandasi ketulusan niat.
Ingat maqalah Inspiratif:
ثبات العلم بالمذاكرة
ونفعه برضا الشيخ
وبركته بخدمته
Ilmu melekat dengan belajar keras
Ilmu bermanfaat karena ridla guru
Ilmu berkah dengan khidmah guru
Ibrah
Banyak sekali ulama-ulama yang ilmunya berkah sebab belajar keras dan berkhidmah dengan guru.
Antara lain:
Pertama, KH M Arwani Amin Kudus. Beliau khidmah dengan KH Munawwir Jogjakarta dalam waktu yang lama untuk mengkhatamkan al-Quran, qiro’ah sab’ah, dan Kitab khusus yang mengkaji al-Quran. Beliau membantu kebutuhan ndalem Kiai Munawwir.
Kedua, KH Muharrar Ali. Pendiri dan Pengasuh PP Khozinatul Ulum Blora ini lama belajar dan berkhidmah dengan KH Abdullah Zain Salam, KH MA Sahal Mahfudh, dan KH M Arwani Amin. Beliau ketika bercerita kepada penulis, sering dereake Kiai Sahal ketika diundang ngisi acara-acara di berbagai tempat. Maka saat nikahnya di Blora, Kiai Sahal berkenan memberikan sambutan atas nama wakil keluarga. Kiai Maimoen Zubair sampai bertanya kepada Kiai Muharrar kok Kiai Sahal berkenan memberikan sambutan ada hubungan apa dengan Kiai Muharrar.
Ketiga, KH Zuhdi Trimulyo Kayen Pati. Kiai Zuhdi ini selain belajar juga berkhidmah di dalem KH Muhammadun Pondowan Tayu Pati. Keikhlasannya berkhidmah akhirnya menjadikan Kiai Zuhdi al-Maghfurlah menjadi tokoh masyarakat dan pendiri pesantren yang di dalamnya ada banyak unit pendidikan. Penulis pernah dereake KH Ahmad Fayumi Munji berkunjung di ndalem KH Zuhdi ini yang pesantrennya sekarang diteruskan oleh putra dan menantunya.
Kisah ulama-ulama ini menyadarkan kepada kita bahwa ilmu harus dicari dengan kesungguhan dan ketulusan dalam belajar dan berkhidmah kepada guru dengan sepenuh hati dalam rangka menggapai ridla Allah Ta’ala.
Semoga Kita mampu meneladaninya, amiin.
فتشبهوا ان لم تكونوا مثلهم – ان التشبه بالرجال فلاح
Rabu, 16 Rajab 1441 – 11 Maret 2020
Penulis: Jamal Ma’mur Asmani, dosen IPMAFA Pati.







