layar tancep santri

Humor Santri: Ublik Layar Tancep

Posted on

Setiap menjelang senja, santri yang punya tugas khusus bidang penerangan menghidupkan lampu ublik. Lentera kecil dengan bahan minyak tanah. Di masa belum ada listrik. Di sebuah pesantren keramat.

Suatu sore, beberapa santri senior menghampiri. Si santri tukang lampu adalah anak baru yang masih lugu dan unyu-unyu.

“Kang, semua ublik kasih sedikit saja ya minyaknya…”

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

“Lho, kenapa? Kan stok minyak masih banyak?”

“Wes. Gak usah banyak tanya. Sedikit saja minyaknya. Kira-kira satu jam sudah habis.”

“Awas kalo tidak…”

Ancaman disertai tatapan penindasan itu membuat si santri junior ciut nyali. Tak berani membantah.

“Njeh, Kang…”

Benar saja. Belum lama Pak Kiai ngaji, semua lampu meredup.

“Weee… Minyak habis…”

Beberapa santri senior nyeletuk. Sesuai rencana.

“Rampung, rampung… Leren ngajine…” Yang lain menambahi. Tetap sesuai skenario yang sudah disusun sebelumnya.

Akhirnya Pak Kiai menghentikan pengajaran kitab yang diampu. Menutup sesi ngaji meski belum lama mulai dan tidak seharusnya paripurna. Karena semua lampu telah padam.

Dan tak ada setengah jam kemudian, pondok sudah kosong. Para santri nonton layar tancep di dusun sebelah. Dengan sponsor para santri senior.

Esok paginya, saat ngaji bakda Shubuh, Pak Kiai nyeletuk: “Layar tancep-nya bagus, Kang?…”

Santri-santri yang sedang mengaji, terutama santri senior, terperanjat. Kaget. Tertunduk malu. Merasa ketahuan.

Kompak mereka melirik si petugas ublik. Dengan tatapan kemarahan dan penuh dendam.

“Awas…”

Begitu sesi ngaji kitab usai, berlangsunglah pengadilan itu.

“Kamu melapor ke Pak Kiai, ya?”

Bentak santri senior. Ditemani yang lain, hendak mengeksekusi beramai-ramai.

“Ndak, Kang…”

“Lalu, dari mana Pak Kiai tahu kalo kita nonton layar tancep? Dan pagi ini semua ublik terang benderang…”

“Lha, gimana Pak Kiai nggak tahu. Wong kemarin pagi aku baru saja belanja minyak lampu satu gelen besar. Dan lewat depan ndalem Kiai. Saat itu Pak Kiai sedang duduk di depan ndalem…”

“Jadi, jadi… Pak Kiai tahu kalo minyak ublik tadi malam habis itu adalah skenario kita agar bisa nonton layar tancep?”

“Ya, iyalah…”

Baca Juga >  Humor: Tidak Bisa Bahasa Inggris, Orang Ini Percaya Diri Bertemu Bill Clinton

*Keterangan gambar: KH Abdus Sami’ saat rawuh ke PP JariNabi. Kisah nyata ini salah satu yang beliau sampaikan dalam obrolan santai di Gazebo pesantren.

Penulis: M. Syukron Maksum, Pengasuh Pesantren JariNabi, Jambi.