Gus Dur terkenal punya obsesi ingin selalu punya informasi lebih baru daripada yang lain tentang apapun termasuk ilmu pengetahuan dan buku. Yang paling sulit ditundukkan (ini tafsiran saya lho) adalah orang-orang PSI karena terkenal pintar-pintar.
Sepertinya kali ini Gus Dur ingin menunjukkan punya informasi lebih dulu, atau ngerjain, daripada orang-orang PSI yang terkenal pintar-pintar itu.
Pada suatu diskusi Forum Demokrasi Gus Dur datang agak awal, kira-kira baru enam orang, termasuk Marsillam Simanjuntak (bisa dikorfirmasi ke dia tentang cerita ini). Begitu datang, Gus Dur langsung berbicara sebelum terjadi komunikasi yang lain, “Waduh, pemerintah mengeluarkan uang kertas baru lagi, nih.”
“Oh, iya to Gus?” kata salah seorang dari mereka. Nah, berarti orang-orang PSI ini belum tahu nih, saya lebih duluan. Begitu kira-kira yang ada di batin Gus Dur.
“Iya” kata Gus Dur sambil melanjutkan, “Gambarnya Bu Tien, lagi.”
Mereka makin penasaran, “Benarkah, Gus?”
Gus Dur makin senang ngerjain karena orang PSI saja belum dengar, ha ha ha.
“Tapi Bu Tien tidak pakai konde,” kata Gus Dur melanjutkan.
Saking penasaran, kalau tak salah, Marsillam meminta salah seorang mencari uang baru itu sampai ketemu. Setelah ketemu, apa gambar di uang Rp 50 ribuan? Ternyata gambar orangutan!
(Ini adalah koleksi humor Pak Ahmad Suaedy)
*) PSI di sini ialah Partai Sosialis Indonesia, salah satu parpol peserta Pemilu 1955 yang mengklaim wadah kaum terpelajar. Konon beberapa elit partai itu terlibat dalam pemberontakan PRRI/PERMESTA. Salah satu tokohnya adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah kandung Jend. Purn. Prabowo Subianto.
Penulis: Akhmad Musta’in








