Bangkitmedia.com, YOGYA– Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY KH Ahmad Zuhdi Muhdlor mengingatkan Gerakan Pemuda Ansor DIY untuk terus menjaga komitmen pada tiga bidang penting dalam momentum Hari Lahir (Harlah) ke-91 organisasi itu.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Akbar Ketahanan Pangan bersama Banser-TNI dan Polri di Halaman Kampus UNU Yogyakarta, Sabtu (26/4/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor DIY sekaligus Harlah ke-91 GP Ansor.
Pertama, sebagai bagian dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diingatkan untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, serta keistimewaan daerah ini.
“Ansor dan Banser harus ikut menjaga keamanan, ketertiban, kebaikan, dan keistimewaan Yogyakarta,” ujar Kiai Zuhdi saat memimpin Apel Jaga Ketahanan Pangan bersama Banser-TNI-Polri di halaman kampus UNU Yogyakarta.
Kedua, lanjut Zuhdi, sebagai bagian dari umat Islam, Ansor dituntut tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang mencakup pergaulan, akhlak, ibadah, dan kesalehan baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
Ketiga, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Ansor dan Banser komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ansor dan Banser Alhamdulillah tidak diragukan lagi selalu berusaha dan selalu komit untuk ikut menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. Kita mempunyai slogan, ‘NKRI harga mati’, ‘Pancasila jaya’,” ujar dia.
Atas dasar tiga komitmen tersebut, Zuhdi menegaskan seluruh program Ansor dan Banser tidak boleh bertentangan dengan kepentingan bangsa dan negara.
Dia juga mengapresiasi keterlibatan Ansor dalam mendukung program pemerintah, termasuk dalam bidang ketahanan pangan.
“Teknisnya nanti akan disampaikan pimpinan setelah berkoordinasi dengan pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah ketahanan pangan,” kata dia.
Zuhdi mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk terus beristiqamah menjaga warisan bangsa yang diperjuangkan para leluhur.
“Negara ini merupakan warisan dari para leluhur kita yang kita rebut dari penjajah, bukan merupakan hadiah. Ini negara kita sendiri, tempat kita lahir, dan insyaallah tempat kita dimakamkan,” ujarnya.
Ia berharap Ansor dan Banser DIY tetap jaya, solid, dan bersatu dalam menjunjung nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, nilai keislaman dan nilai keIndonesiaan. (Luq/Feb)








