Hadapi Muktamar ke-35, PWNU-PCNU se-DIY Tolak Politik Transaksional dan Segala Bentuk Intervensi

Suasana Rapat Koordinasi PWNU DIY dan PCNU se-DIY menghadapi Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang. (Foto: Istimewa)

Bangkitmedia.com, YOGYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY menyerukan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Ke-35 Tahun 2026 di Tambakberas, Jombang, menjadi momentum untuk menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan akhlakul karimah, menjauhi politik transaksional, serta menolak segala bentuk intervensi kekuatan politik maupun kekuatan bisnis.

Seruan tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi PWNU DIY dan PCNU se-DIY yang dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, yakni Rois, Katib, Ketua, dan Sekretaris PWNU serta seluruh PCNU se-DIY, yang diselenggarakan pada Rabu (29/7/2026) di Kantor PWNU DIY.

Bacaan Lainnya

Sekretaris PWNU DIY, Dr H Muhajir, Kamis (26/7) menjelaskan, rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa Muktamar NU sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi harus berlangsung secara bermartabat, menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai kehormatan jam’iyah.

Rois Syuriyah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, menegaskan, Muktamar bukan sekadar forum memilih kepemimpinan, melainkan ruang musyawarah untuk merawat amanah para muassis Nahdlatul Ulama. “Muktamar NU harus menjadi teladan dalam berdemokrasi yang berlandaskan akhlakul karimah. Seluruh peserta hendaknya menjunjung tinggi adab, ukhuwah, dan keikhlasan dalam bermusyawarah. Jangan sampai muktamar yang mulia ini tercemari oleh praktik-praktik politik transaksional yang bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama,” ujar KH. Mas’ud Masduki.

Menurutnya, warisan para ulama pendiri NU mengajarkan bahwa setiap keputusan organisasi harus dilandasi keikhlasan, kemaslahatan umat, serta semangat persaudaraan, bukan oleh kepentingan sesaat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr H Ahmad Zuhdi Muhdlor MHum, menegaskan pentingnya menjaga independensi Nahdlatul Ulama dari berbagai kepentingan eksternal yang berpotensi memengaruhi jalannya Muktamar.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyin untuk bersama-sama menjaga Muktamar Ke-35 agar tetap mandiri dan bermartabat. Segala bentuk intervensi kekuatan politik maupun kekuatan bisnis harus ditolak karena dapat mengganggu independensi organisasi. Kepemimpinan NU harus lahir dari mekanisme organisasi yang sehat, berdasarkan kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian, bukan karena pengaruh kekuasaan ataupun kekuatan modal,” tegas Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor.

Ditambahkan, dipilihnya Tambakberas sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar Ke-35 memiliki makna historis yang sangat mendalam karena menjadi salah satu pusat perjuangan dan pengkaderan ulama Nahdlatul Ulama.

“Spirit Tambakberas adalah spirit perjuangan, keilmuan, dan pengabdian. Nilai-nilai itulah yang harus menjadi ruh dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 sehingga mampu melahirkan kepemimpinan yang istiqamah menjaga khittah dan membawa kemajuan bagi NU pada abad keduanya,” tambahnya.

PWNU DIY bersama PCNU se-DIY mengajak seluruh warga Nahdliyin di berbagai daerah untuk mengawal pelaksanaan Muktamar Ke-35 agar berlangsung damai, demokratis, bermartabat, serta menghasilkan kepemimpinan terbaik yang mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Seruan tersebut menjadi komitmen bersama PWNU DIY dan PCNU se-DIY untuk menjaga Muktamar NU Ke-35 tetap berada dalam koridor akhlakul karimah, kemandirian organisasi, serta tradisi musyawarah yang diwariskan oleh para muassis Nahdlatul Ulama. (Rls)

 

 

Suasana Rapat Koordinasi PWNU DIY dan PCNU se-DIY menghadapi Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang. (Foto: Istimewa)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *