Bangkitmedia.com, BANTUL – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Kader Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Bantul di Aula Kantor DPD RI DIY, Ahad (26/7/2026).
Dalam sambutannya, Gus Hilmy menjelaskan bahwa konsep keluarga sakinah yang dikembangkan Nahdlatul Ulama memiliki landasan yang kokoh karena tidak hanya mengatur relasi antara suami dan istri, tetapi juga membangun budaya dialog, penghormatan, serta tanggung jawab bersama dalam kehidupan keluarga.
Menurutnya, setiap keluarga Nahdliyin perlu memahami dan mengamalkan Lima Pilar Pernikahan atau Keluarga Sakinah yang menjadi pedoman dalam membangun rumah tangga.
“Lima pilar pernikahan atau keluarga sakinah ala Nahdlatul Ulama terdiri atas Zawaj, Mitsaqan Ghalidzan, Mu’asyarah bil Ma’ruf, Musyawarah, dan Taradhin. Kelima pilar ini penting dipahami, dihayati, dan diterapkan oleh seluruh warga NU agar tercipta keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Gus Hilmy.
Ia menilai bahwa penguatan keluarga menjadi investasi sosial yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkarakter sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan bangsa.
Gus Hilmy juga mengapresiasi penyelenggaraan Pelatihan Kader Keluarga Maslahah yang digagas LKKNU PCNU Bantul. Ia mengaku bangga melihat antusiasme sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kapanewon di Kabupaten Bantul, terutama kader Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU. “Pelatihan seperti ini merupakan investasi sosial yang sangat penting untuk memperkuat kualitas keluarga Indonesia di masa depan,” katanya.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul Prof. Dr. H. Riyanta, M.Hum., Ketua LKKNU DIY Ahmad Ghozi Nurul, S.Th.I., Ketua LKKNU Bantul H. Muhaimin, S.Th.I., M.H., beserta jajaran pengurus LKKNU dan tokoh Nahdlatul Ulama lainnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari Ahmad Ghozi Nurul, S.Th.I. dan H. Muhaimin, S.Th.I., M.H. Peserta dibekali mengenai konsep Keluarga Maslahah, penguatan nilai-nilai keluarga sakinah, serta materi sharing parenting yang relevan dengan tantangan pengasuhan anak di era digital.
Muhaimin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas organisasi dalam memperkuat fungsi keluarga melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan institusi pertama dalam membentuk karakter generasi sehingga diperlukan kader-kader yang mampu mendampingi masyarakat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan berbagi pengalaman sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis untuk diterapkan di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti prosesi penyampaian Catur Nilai Kader Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama serta mengucapkan ikrar sebagai bentuk komitmen untuk menjadi teladan dalam membangun keluarga yang sakinah, memperkuat ketahanan keluarga, dan mengabdikan diri bagi kemaslahatan umat sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (Markaban Anwar)








