Gus Sholah, Sosok Wali Futuwwah yang Bersembunyi

zuhudnya sosok gus sholah tebuireng

SELAMAT JALAN WALIYYUL FUTUWWAH !
Surat Cinta teruntuk Al Maghfurlah Gus Sholah

Salam atasmu,
Wahai Dzurriyyah Rasul
Wahai cucu Hadlratus Syaikh
Wahai putra Pahlawan Nasional
Wahai adik kandung Gus Dur Sang Waliyyur Rahman
Wahai Kyai yang berselimut Jubah Futuwwah

Gus,
Pada Narasi Agung Tashawwuf
kubaca konsepsi Futuwwah
yang berasal dari kata Fata yaitu pemuda
sehingga Futuwwah adalah cara para sufi
menyembunyikan kewaliannya dengan hidup
beraktivitas bermata pencaharian
sebagaimana kaum awam berkarya
dan esensi futuwwah
kutemukan dalam sejarah hidupmu

Gus,
kubaca sejarah hidupmu
yang menyisakan keterpesonaan
pada sosokmu
seakan sepak terjangmu
semasa hidup adalah
wasiat agung yang ingin kau sampaikan
pada kaum santri
dan generasi muda Indonesia seluruhnya

1957 kau aktif dalam kepanduan Ansor
itu wasiatmu supaya kami
peduli terhadap urusan kepemudaan
pemuda harus bangkit dan berdaya
mengabdi untuk orang tua, keluarga, bangsa, dan sesama

1966 kau menjadi Dewan Pengurus Pendaki Gunung Wanadri
itu wasiatmu supaya para pemuda tak boleh bermalas-malasan
karna mendaki gunung ialah filosofi hidup menggapai puncak sukses
dan aktivitas positif yang membangun mental pemberani
karakter mulia

1991 menjadi Sekjend Ikatan Konsultan Indonesia
1995 mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia
wasiatmu, bahwa NU dan Indonesia sedang darurat manajemen
Manajemen Ilahi yang kau pahami
menyiratkan bahwa manusia hidup
memerlukan manajamen diri, keluarga, dan organisasi
yang rapi, kokoh, dan tersistem
agar semuanya bisa berjalan diatas aturan bersama
bukan ego apalagi hawa nafsu

1993 menjadi pemred majalah konsultan
1995 menjadi dewan penasihat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia
menyiratkan wasiatmu
bahwa generasi muda sampai kapanpun
hendaknya gandrung membaca kitab dan buku,
menghadiri majlis ilmu, berdiskusi, dan
meningkatkan kualitas dan mencerahkan masyarakat
dengan tulisannya

1995 menjadi Assosiate Director Perusahaan Konsultan Properti Internasional
seolah engkau berwasiat pada kaum santri dan generasi muda
harus ada sebagian santri dan pemuda Indonesia
yang menjadi developer, arsitek, dan menguasai bidang properti
sehingga berperan serta dalam penyediaan tempat tinggal yang kondusif
dan bisa diakses rakyat jelata

2002 menjadi dewan penasihat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
seakan mewanti-wanti kami untuk paham, sadar dan patuh terhadap hukum

1998 menjadi anggota MPR
1998-1999 Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat
2002 menjadi Wakil Ketua Komnasham
adalah wasiat pada kita,
untuk melek politik
harus ada sebagian kita
yang berjuang di jalur politik
demi keutuhan NKRI
tegaknya Hak Asasi Manusia
dan kemajuan bangsa seutuhhya

1999 menjadi ketua PBNU
selain meneruskan perjuangan kakek tercinta,
itu menunjukkan pada kami
bahwa kesetiaanmu pada NU
untuk Islam, Indonesia, dan kemanusiaan
senantiasa kukuh

2002 menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan
Pengembangan Kesejahteraan Indonesia
menampar kita para generasi muda
untuk jangan terlena
sebab bangsa Indonesia masih jauh dari sejahtera

Gus,
Dan di penghujung usiamu
kau memutuskan untuk mencukupkan diri
untuk fokus mengabdi pada pesantren Tebu Ireng
peninggalan Kakekmu Sang Pendiri NU
untuk lebih mempersiapkan diri
sebelum kembali keharibaan Ilahi Robbi

Gus,
Kini kau telah pergi
meninggalkan kami
mewarisi sejarah keharuman budimu
dan perjuangan tak kenal lelah

Salam kami pada Kanjeng Nabi SAW
Salam kami pada Sayyidah Khodijah, Sayyidah Aisyah
Sayyidah Fatimah Az Zahra, Sayyidina Hasan,
dan Sayyidina Husain
Salam kami pada Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar,
Sayyidina Utsman, dan Sayyidina Ali
beserta para Keluarga dan Sahabat Nabi lainnya

Salam kami pada Imam Malik bin Annas, Imam Abu Hanifah,
Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal
beserta para ulama ahli Tashawwuf, Tafsir, Hadits, dan Fiqh lainnya

Salam kami pada para Waliyullah, Arif Billah, dan para ulama yang mengamalkan ilmunya
Salam kami pada Walisongo, waliyullah dan ulama nusantara
dari generasi awal sampai akhir
Salam kami pada Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Kyai Wahid Hasyim,
dan Gus Dur Sang Waliyyur Rahman

Dengan Rahmat Ilahi dan Syafa’at Nabi
semoga kelak kita semua berjumpa kembali
di surga nanti

و صلى الله على سيدنا محمد و على اله و صحبه و من اتبعه باحسان الى يوم القيامة

آمين يا رب العالمين

Penulis: Zia Muthi Amrullah, tinggal di Keputih Surabaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *