nadzar

Sumpah dan Nadzar dalam Islam

Posted on

Sumpah dan Nadzar

Terkadang banyak kita jumpai orang-orang sekeliling atau bahkan kita sendiri melontarkan sumpah dengan gampangnya. Padahal dalam Islam orang yang telah bersumpah atau bernadzar wajib menunaikan apa yang ia ucapkan. Supaya kita tidak asal melontarkan sumpah dan nadzar, mari mengenal lebih jauh sumpah dan nadzar dalam Islam.

Sumpah adalah menyatakan sesuatu yang diperkuat dengan menyebut nama Allah SWT atau menyebut salah satu dari sifat-sifat-Nya. Sedangkan nadzar adalah janji dalam hal kebaikan yang secara syari’ah semula tidak wajib lalu menjadi wajib. Tentunya jika seseorang bernadzar melakukan perbuatan buruk tidak wajib dilakukan bahkan harus dibatalkan dengan membayar denda.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Sumpah tidak sah kecuali dengan menyebut nama Allah atau nama-nama Dia yang lain atau menggunakan salah satu dari sifat-sifatNya. Orang bersumpah hendak menyedekahkan hartanya maka ia boleh memilih apakah menyedekahkan hartanya atau membayar kafarat. Sumpah tidak akan sah jika diucapkan dengan main-main atau dalam keadaan emosi. Orang yang bersumpah tidak melakukan suatu perbuatan, lalu meminta orang lain untuk melakukannya maka tidak terbilang melanggar sumpahnya. Kafarat sumpah boleh memilih salah satu di antara tiga tuntutan ini, yaitu:

  1. Memerdekakan seorang budak yang mukmin
  2. Atau memberi makan sejumlah sepuluh orang miskin dan setiap orang diberi satu mud atau setara dengan enam ons
  3. Atau memberi pakaian kepada mereka, setiap orang dari mereka diberi satu stel pakaian.
Baca Juga >  Mengapa Ada Ucapan ‘Mohon Maaf Lahir Batin’ di Hari Raya?

Kalau semua tuntutan diatas tidak mampu untuk dipenuhi maka boleh diganti dengan puasa tiga hari berturut-turut.

Sedangkan nadzar, sebagaimana tersebut di bagian muka adalah perjanjian dalam hal kebaikan yang secara syar’i semula tidak wajib lalu menjadi wajib. Misalnya seperti “Kalau Allah memberikan kesembuhan pada penyakitku, demi Allah aku akan menyedekahkan sebagian hartaku kepada fakir miskin”. Dengan pernyataan itu maka jatuhlah beban kewajiban atas dirinya untuk menunaikan semua yang dituturkan tadi. Nadzar tidak boleh dalam hal kemaksiatan, misalnya orang mengatakan “Kalau aku berhasil membunuh dia, demi Allah aku akan melakukan perbuatan baik”.  Maka perlu berhati-hati saat kita mengucapkan atau bersumpah sesuatu, bisa jadi apa yang kita ucapkan termasuk bagian dari sumpah.

*) Oleh : Nuha Fidaraini, Mahasiswi Magang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta