Gus Dur Muda dan Kiai Fattah yang Ber- “Mata Elang”

gus dur muda

Sewaktu nyantri di Tambak Beras, Jombang, Gus Dur didapuk sebagai kepala keamanan pondok. Sebagai kepala keamanan, Gus Dur pernah menangkap seorang pencuri yang “aneh”.

Si pencuri adalah adalah seorang santri. Si pencuri ini mengambil CD, BH, dan “underwear” para santri putri. Hal yang tidak bisa dinalar, perbuatan itu dilakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Karena itu Gus Dur mengambil tindakan dengan memulangkan si santri itu.

Setelah memulangkan si santri “aneh” itu, Gus Dur melaporkan perbuatannya kepada K.H. Fattah. Tetapi ternyata Gus Dur mendapati hal yang di luar dugaan. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Ia bukannya dipuji Kyai Fattah, tetapi malah dimarahi dan disuruh menjemput si santri agar kembali nyantri.

Hal yang menjengkelkan Gus Dur adalah ketika kembali ke pondok ternyata si santri malah dibuatkan ruang khusus oleh Kiai Fattah.

Saya yakin, seandainya kita dalam posisi Gus Dur, kita pun akan melakukan hal yang sama. Dan itu tidak salah. Tetapi Kyai Fattah yang memiliki “mata batin” yang tajam memiliki pandangan lain. Karena pada akhirnya si santri yang “aneh” itu ternyata menjadi kyai yang santrinya ribuan. Yang tak kalah pentingnya adalah, sikap Gus Dur yang legowo terhadap sikap dan tindakan kyai Fattah.

(Penulis: Muhammad Nuh)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *