Reporter: Marakhilda NH Siregar
Sleman, Bangkitmedia – Ketua PBNU, Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Stafuq saat menyampaikan sambutan dalam acara Istighotsah yang dilangsungkan di Pondok Pesantren (PP) Sunan Pandanaran dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang dilangsungkan, Ahad 28 Januari 2024, memotivasi para santri, khususnya Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, untuk terus belajar mengenai Nahdlatul Ulama (NU).
“Nahdlatul Ulama (NU) adalah kendaraan untuk satu perjuangan raksasa. Yang dari waktu ke waktu membutuhkan kekuatan yang semakin besar untuk menjalaninya. Maka, saya mengajak seluruh generasi muda Nahdlatul Ulama (NU), khususnya santri – santri Pondok Pesantren (PP) Sunan Pandanaran, untuk tidak menunda – nunda, tidak menunda – nunda belajar tentang Nahdlatul Ulama (NU), karena kalian semua pada saatnya nanti adalah pemimpin Nahdlatul Ulama (NU),” Ujar beliau dalam sambutan Istighotsah Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-101 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.
Belajarlah tentang Nahdlatul ulama sejak sekarang, dan jangan berhenti belajar sampai kapanpun, sampai kapanpun,” tambahnya.
Dilansir melalui sunanpandanaran.com, Pondok Pesantren (PP) Sunan Pandanaran merupakan salah satu pondok terbesar di Jogja yang memiliki kecenderungan yang sama dengan paham yang dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah. Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (selanjutnya disingkat PPSPA) didirikan oleh KH Mufid Mas’ud bersama istri beliau yang bernama Hj. Jauharoh yang merupakan putri dari pendiri Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, yakni K.H. Munawwir. PPSPA berdiri pada 17 Dzulhijjah 1395 H., yang bertepatan dengan tanggal 20 Desember 1975 M.(*)








