Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY Dibentuk, Ini Ketua Terpilihnya

Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY Dibentuk, Ini Ketua Terpilihnya

Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY Dibentuk, Ini Ketua Terpilihnya.

Yogyakarta, Bangkitmedia.com – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) menyepakati pembentukan Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY.

Pembentukan dilaksanakan usai acara Diskusi Interaktif dengan tema ‘Pesantren Ramah Anak dan Perempuan’ di Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Melalui Pengurus RMI PWNU DIY, Lurah Pondok Krapyak ditunjuk sebagai Ketua Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY yang pertama.

Ditegaskan, bahwa terbentuknya Forum Komunikasi Lurah Pondok Se DIY ini diniatkan dan ditujukan untuk menguatkan khidmah di pesantren masing-masing.

Secara umum, adanya Forkom Lurah adalah sebagai representasi kyai dan bu nyai, utamanya dalam membersamai program-program yang dilaksanakan RMI PWNU DIY.

Ada 12 program RMI, yaitu peningkatan mutu Pendidikan dan tenaga kependidikan, keaswajaan dan penguatan dakwah pesantren, riset dan penelitian, pemberdayaan ekonomi pesantren, penguatan kelembagaan pesantren, perlindungan dan pendampingan hukum.

Juga pengembangan literasi dan seni budaya, peningkatan kesadaran lingkungan dan kebencanaan, transformasi digital, pusat informasi dan pendataan pesantren, optimalisasi kapasitas santri dan kepesantrenan putri, kemudian kerjasama dan kegiatan promotif pesantren.

Kalaupun ada program lain di luar program-program dari RMI tersebut, maka itu sifatnya sunnah muakkadah.

Hanya saja, sebagaimana pesan dari KH. Afif Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Krapyak dan ketua Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, jangan sampai hal tersebut malah membuat lurah pondok lebih sibuk di luar dan melalaikan khidmah di pondok masing-masing.

“Lurah pondok adalah garda terdepan penyelenggara kegiatan pondok,” tegas Kiai Afif.

Sementara itu, Ketua RMI PWNU DIY KH Nilzam Yahya menjelaskan bahwa RMI juga akan menyelenggarakan pertemuan rutin di tingkat pengasuh.

“Forum pengasuh itu diberi nama DAMPARAN RMI,” tegas Kiai Nilzam.

Dijelaskan juga, tema pertemuan DAMPARAN RMI dan Forkom Lurah Pondok kurang lebih akan selalu bersinggungan.

“Hanya saja, DAMPARAN RMI mengarah ke kebijakan pesantren, sedangkan Forkom Lurah Pondok mengarah ke penerjemahan operasional kebijakan,” tegasnya.***

Sumber: krapyak.org.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *