Felix Lagi, Felix Lagi, Masihkah Kau Percaya Dakwahnya?

Felix Lagi Felix Lagi, Masihkah Kau Percaya Dakwahnya?

Posted on

Felix Lagi, Felix Lagi, Masihkah Kau Percaya Dakwahnya?

Tulisan saya ini bersifat pencerahan bukan adu domba. Kalau ada yang menganggaap tulisan ini provokasi, adu domba berarti memang doktrin busuk itu telah merasuk ke hati yang paling dalam, sehingga tak lagi mampu untuk membedakan benar dan salah, ajaran yang ngawur dan ajaran yang benar.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Jelas doktrin ini sangat sesat, nggak usah jauh bicara makna Al Qur’an, tonton dan nilai sendiri bagaimana cara dia membaca Al Qur’an, sangat ngawur, dikiranya kita orang Islam se-Indonesia bodoh semua nggak bisa baca Qur’an apa?

“WOOYY” Lix, banguuun sudah mau sore iniii, mandi lalu ngaji Diniyyah sana, ngaji Al Qur’an yang bener, baru ndalil jngan banyak nglindur”

Ini orang saaangat bahaya sekali, bukan hanya soal misi dia dan segerombolannya yang ingin merubah Ideologi Bangsa (Pancasila) menjadi Khilafah, tapi juga misi dia merubah huruf dan harokat ayat Al Qur’an sak enak wudele dewe.”

Beberapa video yang sudah ada menjadi koreksi pentiiing dari kesalahan kesalahan fatal dia, dalam satu momen dah banyak sekali ayat-ayat yang dia lecehkan, jangan bicara tafsir, kejauhan, nilai sendiri dari cara membaca, maka kau akan tahu kualitasnya.

NB: Fans-nya Felix yang terganggu dengan tulisan saya ini, tolong pertemukan saya dengan dia, biar saya tegur langsung kalau bacaan Al Qur’annya ngawur (bila perlu live-kan ke media biar dia tidak selalu ngawur dalam berdakwah) Muallaf dakwah itu baik, tapi kalau njur keminter, merasa paling pinter, ndalil kesana kemari, padahal baca Qur’an saja blepotan, nah itu yang gak baik. Paham Ya!

Indonesia, Bangsa yang Berkah

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dahulu lahir berkah Riyadlohnya para ulama’ NU yang dekat hatinya dengan Allah SWT, semakin mereka bermain-main dengan bangsa ini, maka Allah akan perlihatkan misi terselubung mereka tanpa kita bersusah payah mencari, terlebih di era digital.

Jadi janganlah heran bila ada ustadz yang kritis sekali dengan Penguasa, sedikit sedikit di cap dholim, dicari segala kekurangan pemerintah, menanamkan kepada rakyat rasa tidak senang kepada Pmerintah, baik diwujudkan dalam bentuk demo besar-besaran maupun serangan tajam di media sosial, intinya menyudutkan pemerintah.

Di sisi yang lain ada orang membaca Al Qur’an kacau balau, ayat Al Qur’an dirubah sesukanya bahkan mengganti Ayat Qur’an, ditafsiri sesuka hatinya, tidak ada satupun kritikan dari ustadz yang katanya ‘Alim itu, padahal jelas penistaan Al Qur’an karena membacanya ngawur tak sesuai tajwid, ditambah lagi merubah ayat Al Qur’an.

Baca Juga >  Pertemuan Da'i Internasional Gemakan Sinergi untuk Harmoni

“Mengapa tak ada orasi penistaan Al Qur’an ?”

Jawabannya sederhana, karena mereka memiliki kepentingan yang sama, punya niat yang sama, meskipun gaya dakwahnya berbeda, tetapi ada satu cita-cita yang sama yaitu ingin mendirikan Ideologi baru menggantikan Pancasila di negeri Indonesia yaitu Khilafah Islamiyah. Apa ya kita percaya dengan gembar gembor mereka yang mengatakan Pancasila telah Final? Tidak sama sekali.

Cinta Pancasila hanya alat untuk meraih hati Rakyat Indonesia, sayangnya semua orang sekarang tidak buta Internet, cukup mudah untuk mengenali jejak jejak digital mereka di Youtobe.

Saya tidak meragukan kealiman Ustadz Abdul Shomad, yang saya ragukan adalah mengapaa saat Felix yang secara dekat sekali dengan Ustadz Abdul Shomad, bahkan sering shoting bareng, bikin acara bareng, melihat Felix membaca Al Qur’an dengan ngawurnya gitu, merubah ayat Al Qur’an dengan entengnya, menafsiri ayat Al Qur’an sesuka hati, beliau membiarkan saja?

Sebagai tokoh agama harusnya peka, tapi tak ada kritikan sedikitpun yang keluar dari mulutnya, yang ada kita-kita nahdliyin yang mencoba untuk mengingatkan Felix malah di-bully sama orang-orang yang katanya cinta Islam, cinta Islam kok diam saja saat Kalamullah dipermainkan gitu?

Demikian Felix Lagi, Felix Lagi, Masihkah Kau Percaya Dakwahnya?

Wallahu A’lamu Bishshowaab

Penulis: Gus Abdul Haris, Anggota Banser Satkoryon Pleret Bantul.