Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur'an?

Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

Posted on

Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

Bila Bapak Presiden Jokowi di-bully bertahun-tahun di media sosial sebab kekurangfasihannya dalam membaca “Al Fatihah dibaca Al Fatekah”, bagaimana dengan Si Felix Siauw yang bukan hanya persoalan kurang fasih tetapi merubah ayat Al Qur’an dari Yusabbihu dibaca Sabbaha, lalu Al ‘Azizi dibaca ‘Azizun?

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Harokat keliru, yang Isim Ma’rifat menjadi Nakiroh dan itu Ayat Al Qur’an, bukan bahasa Arab biasa. Kalamullah yang tak boleh sembarangan dalam membacanya, kudu ngaji hati hati dan setiti, ketika seseorang salah (ngawur) membacanya jelas HARAM, Wa inna al lahna fi-hi Haromun.

Baca! Pahami! Sadari!

“Bagaimana mau menafsiri Ayat Al Qur’an kalau membacanya saja salah, jauh dari benar ?”

Saya tidak akan mengatakan ini penistaan, karena bisa jadi Felix sendiri mungkin dia tidak tahu yang dia baca itu salah atau benar, tetapi mbok yo’o mengaji dulu sebelum Ndakik-ndakik Ndalil, apalagi menyalahkan kami yang mencintai Tanah Air.

Semoga setelah menonton video yang viral itu terus akan muncul pertanyaan orang-orang awam yang di mata mereka (orang-orang HTI) gak islami blas: “Layakah Felix Menjadi Panutan?”

JANGAN ASAL MENGIDOLAKAN ARTIS

Entah ini dalam rangka sedang berburu follower atau memang pingin belajar agama kepada Ustadz HTI. Itu urusan dia dan kita-kita yang sejak kecil dulu mengenal ilmu ilmu Agama dari Kyai kampung cukup tidak mengikutinya. Yakin, Kyai kampung meski tidak memiliki Follower dan pengikut yang banyak hidupnya jauh lebih berkah, tidak neko-neko hidup di NKRI, banyak bersyukur dan ingat akan kenikmatan yang diberikan Gusti Allah SWT.

“Jadilah penggemar yang baik, tidak semuanya yang kelihatannya baik itu baik untuk kita ikuti.”

Bila sekelas Hadlrotusysyaikh Mbah K.H Hasyim Asy’ari saja mengakui Pancasila sebagai dasar (ideologi) bangsa, apakah masih mau percaya sma orang yang anti Ideologi Pancasila? Bahkan menuduh Pancasila sama dengan sesembahan, membenci pancasila tapi betah sekali hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

Sekaya-kayanya Baim Wong, masih kaya Kyai di kampung-kampung yang siang malam tanpa lelah ngajar Ngaji (tanpa bayaran), sabar menanamkan akan pentingnya kita semuanya mencintai Tanah Air, menjaga kerukunan antar anak bangsa, jangan merasa paling Islam lantas menyakiti hati para pendiri Bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya, yang setia kepada Pancasila & NKRI.

Baca Juga >  Urgensi Konten Kreatif dalam Demokrasi Digital di Indonesia

MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

Terlihat spektakuler, Alhamdulillah menemukan video Panjangnya, tidak sepotong-sepotong, ini Felix sedang membahas Pancasila, dia seakan akan paham betul dan menjelaskan ngalor dan ngidul dengan sangat baik, para pendengarnya juga sangat Khidmat dalam mendengarkannya.

Sepintas terlihat sangat ‘Alim melebihi ‘Alimnya Hadrotu Syaikh K.H Hasyim Asy’ari yang merestui Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Ya saya pun terpana mendengarnya, dengan bahasa yang ringan dia mencoba menelaah Pancasila.

Kebodohannya dibuka oleh Allah saat ia berkata : “Nggak mungkin khidmah bisa diartikan kalau orang tidak membaca Al-Qur’an”

Lalu membaca Surat Al Jum’at ayat 1, bukan hanya membaca tetapi ia juga mencoba tuk menafsirkannya sendiri, menurut seleranya.

Saran aja buat Felix: “Lain kali kalau ingin terlihat pintar di depan orang jangan membaca Al Qur’an, cukup terjemahan aja, Oke! Soalnya kalau kamu baca Al Qur’an seketika terlihat sangat bodoh sekali, dari segi apapun, Makhrojnya, Tajwidnya, dan Nahwunya. Membedakan Harokat nggak bisa, bahkan membedakan Ma’rifat dan Nakiroh saja kau tak bisa, tapi seakan sudah merasa lebih hueeebat dari Guru kami Hadrotusysyaikh K.H Hasyim Asy’ari yang menanamkan Cinta Pancasila & Tanah Air.

Bila ayat Al Qur’an saja kau berani permainkan dengan santainya (tidak takut dosa merubah-rubah ayat) bagaimana dengan orang awam yang tidak tau apa-apa? Dan mereka tahunya kau panutan? Sedang kau sangat berantakan membaca ayat Al Qur’an, betapa beratnya bebanmu di akhirat, belum ngaji tapi sudah semangat menggurui.

Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

Wallahu A’lamu.

Penulis: Gus Abdul Haris, Ketua Rijalul Ansor Ranting Ansor NU Wonokromo Pleret Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengasuh Pesantren Nurul Istadz Wonokromo Pleret Bantul.