Fanatik Buta kepada An-Nabhani, HTI Gagal Paham Menafsirkan Khilafah.
Janji Allah (dianggap) meleset karena fanatik An-Nabhani?
Beberapa kawan HTI berbusa-busa mendukung teorinya, bahwa ia sesuai Al Quran dan janji Allah.
Saya kasih satu ayat saja:
إن تنصروا الله ينصركم
“Jika kamu menolong Allah, pasti Allah memenangkanmu”
Artinya, HTI, sesuai dalalah umum ayat ini, terbukti tidak menolong Allah karena gak dimenangkan Allah. Mana mungkin janji Allah meleset. Mustahil!
Artinya lagi, An Nabhani juga tak sesuai ayat Al Quran:
…ليستخلفنهم في الأرض
“… Pasti Allah akan menjadikan mereka (yang beriman dan beramal saleh sejati) sebagai khalifah di muka bumi”
Karena An-Nabhani sampai wafat tak dipilih Allah jadi khalifah, sehingga terbukti An Nabhani tak sesuai dengan sifat janji Allah.
Mana mungkin janji Allah meleset?
Kalau orang HTI masih percaya kebeneran janji ayat Al Quran sih. Heheheh….
Penulis: Muhammad Nora Burhanuddin.
*Penjelasan singkat tentang Fanatik Buta kepada An-Nabhani, HTI Gagal Paham Menafsirkan Khilafah ini sangat menarik untuk dicermati. Jangan sampai fanatik buta ini menjadikan kita saling caci dan saling hina. Seringkali kegagalan memaknai khilafah menjadikan kita begitu mudah mengafirkan sesama, padahal wilayah takfiri bukan sembarangan. Orang kafir atau mukmin itu hanya Allah yang tahu, kita hanya mengetahui saat orang membaca syahadat saja. Allah semata yang bisa memastikan status kafir atau mukmin seseorang.








