Enzo dan Target HTI Raih Simpati Perwira Militer

Posted on

Belakangan jagad medsos heboh oleh berita seorang taruna AKMIL Enzo yang amat fasih berbahasa Perancis, karena ayahnya memang orang Perancis. Enzo mendadak terkenal se Indonesia, bukan semata soal kemampuannya dalam menguasai empat bahasa, tapi ketika netizen mengetahui latar belakang Enzo dan ibunya yang diduga terkait organisasi terlarang HTI.

Banyak tokoh nasional mulai dari Mahfud Md, BIN dan Menhan mengatakan bisa jadi “TNI kecolongan” karena meluluskan Enzo tanpa mengecek latar belakangnya dengan baik. Tapi nyatanya TNI AD secara resmi bersikukuh tetap mempertahankan Enzo di tengah desakan agar Enzo dipecat.

Menyimak kasus Enzo saya akhirnya berkeyakinan bahwa pengaruh HTI sudah sangat kuat di tengah masyarakat. Infiltrasi gerakan Islam transnasional ini sudah masuk kemana mana baik sipil maupun militer. Dugaan ini diperkuat dengan fakta adanya pengurus atau mantan pengurus HTI yang menduduki posisi strategus di MUI misalnya dan atau data Kemenhan yang merilis ada sekitar 3 persen anggota TNI yang terpapar radikalisme. Baca link ini:  https://m.detik.com/…/3-tni-terpapar-radikalisme-menhan-sik…

Ini barangkali sejalan dengan fakta di tahun 2011 saat dilaksanakannya Konferensi Rajab oleh DPD HTI Riau di Hotel Mutiara Merdeka yang dihadiri oleh lebih 2700 orang termasuk para tokoh penting di Riau. Dalam konferensi itu, Ketua DPP HTI Dr Muhammad Rahmad Kurnia, MSi menggugah dan mengajak seluruh kalangan khususnya para perwira militer agar memberikan dukungan nyata pada perjuangan Hizbut Tahrir.

Baca Juga >  Ketika Mbah Maimoen Mengisahkan Masa Kegagalan

“Ini jika Anda semua wahai kaum muslimin khususnya para perwira militer menginginkan kemuliaan hakiki dunia dan akhirat. Karena kemuliaan itu hanyalah milik Allah semata. Maka jawablah seruan ini, karena seruan ini sejatinya adalah seruan Allah. Seruan untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Seruan untuk menyelamatkan dunia ini dari malapetaka,” seru Dr Rahmat Kurnia seperti dilansir media ketika itu.

Jelas sudah bahwa target HTI sejak 2011 atau bahkan jauh sebelum itu adalah mendapat dukungan dari kalangan perwira militer di Republik ini demi tujuan mereka menegakkan Khilafah.

Tapi saya haqqul yakin ! TNI yang kita cintai tetap solid satu komando dalam naungan PBNU (Pancasila, NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA DAN UUD 1945)…. Bravo.. TNI Gebuk HTI.

Penulis: Mas Purwaji, Riau.