kh bisri mustofa
Opini

Diplomasi Gus Yahya Pakai Ilmu Simbahnya KH Bisri Mustofa

M Rikza Chamami, Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jateng & Dosen UIN Walisongo

Kalau saya menyebut Gus Yahya adalah mutiara ilmunya Mbah Bisri Mustofa soal diplomasi tidak bisa diganggu gugat. Coba kita lihat isi Zaaduz Zu’ama’ wa Dzakhiratul Khutaba’ karya Simbahnya. Ada bab khusus yang membahas tentang garis besar akhlaq para pembicara dan pemimpin: mengawali pembicaraan dengan mempesona agar didengarkan orang; harus berperilaku baik agar dihargai orang lain; bercita-cita tinggi dan optimis; menjadi pengampun dan pemaaf.

Bahkan oleh Mbah Bisri Mustofa, bab itu ditambahkan penjelasan sebuah ayat Surat Ali Imron: 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

Sudah cocok kan? Intinya begitulah cara pemimpin yang bijak dan berjuang mencari jalan damai di negeri konflik. Jangan campur aduk dengan nyinyir karena sejak dari awal tidak suka NU, benci pesantren dan ngremehkan peci hitam, lalu menggoreng-goreng bahwa pidato itu mengkudeta Pemerintah dan mengkhianati Palestina.

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement