shodiqun sowan mbah maimoen
shodiqun sowan mbah maimoen

“Cung, Awakmu Seng Ati-ati Yo!!!. Awakmu Nggowo Jenengku, Supoyo Ora Salah”

Posted on

“Cung, awakmu seng ati-ati yo!!!. Awakmu nggowo jenengku, supoyo ora salah”.

Begitulah dawuh Syaikhona Maimoen Zubair. Dawuh tahun kemarin yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang di telinga.

Sekarang ini, banyak orang-orang mencari maqolah/kata mutiara Mbah Moen melalui Internet dan media sosial. Tanpa melalui klarifikasi dulu dan meneliti dawuh itu dari santri-santri ataupun dari orang-orang terdekat dan kepercayaan Mbah Moen, mereka mengambilnya. Dan hal itu mungkin karena kecintaan atau hal yang lainnya. Tentu kita tidak bisa menyalahkan tentunya.

NU Care LazisNU Jogja KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Gaya loghat bahasa Indonesia, bahasa jawa dan bahasa arab Mbah Moen hanya diketahui melalui dzauq (perasaan) dari para santrinya yang sudah lama mondok, ngangsu kaweruh di hadapan beliau.

Meskipun secara esensi sama, namun tidak jarang mereka salah paham dengan maksud kata-kata beliau. Dibutuhkan pemahaman yang sempurna dan kajian lama memahami maksud dan prinsip dawuh beliau.

Maka dari itu, dawuh Mbah Moen yang terangkum melalui teks ataupun video seyogyanya diklarifikasi terlebih dahulu akan kebenaran dan pemahamannya.

Baca Juga >  Kisah Mengesankan Habib Mundzir Saat Ngaji Kepada Habib Umar Yaman

Banyak sekali dawuh-dawuh beliau yang tidak boleh dipublikasikan karena sifatnya yang rahasia. Semoga para santrinya mampu.

***

Dan….

Sebagai santri, putra-putra Yai adalah Guru juga bagi saya, baik pernah saya ngaji langsung maupun tidak. Saya akan berusaha menghormati putra-putra Guru selayaknya menghormati Sang Guru. Saya tidak akan membeda-bedakan kecintaan saya terhadap beliau-beliau. Saya berpegang ayat:

لا نفرق بين أحد منهم ونحن له مسلمون

Walaupun tentunya mereka mempunyai keistimewaan yang berbeda-beda. Seperti diisyaratkan ayat:

تلك الرسل فضلنا بعضهم على بعض

Walaupun kadar kecintaan mungkin berbeda dan pada kondisi tertentu, mungkin akan condong pada salah satu. Tetapi saya akan berusaha untuk tetap menghormati semuanya.

Sarang, Kamis Kliwon 7 Dzulhijjah 1440 H/ 8 Agustus 2019 M.

Penulis: Kang Wali (Kanthongumur)