waliyullah mufti negeri syam

Waliyullah Mufti Negeri Syam Wafat Karena Bom Ditanam di Mobilnya

Diposting pada

Waliyullah Mufti Negeri Syam Wafat Karena Bom Ditanam di Mobilnya.

Wafatnya Sang ‘Lisan Rasulullah’ dari Negeri Syam. Betapa pilu dan sangat menyahat hati saat tetiba mendengar berita wafatnya Sang Guru, Sang Tauladan, dan Rekonsiliator umat, Syaikhna Muhammad ‘Adnan Al-Afyouni dari seorang teman melalui pesan singkat wa kemarin lusa. Beliau wafat dalam insiden kecelakaan bom yang ditanam di mobilnya selepas majelis mingguan siroh rosul di masjid As-Shohabah, Provinsi Damaskus & Sekitarnya.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Mendengar itu pula, seketika saya teringat saat-saat bersama Syaikhna dalam majelis khos hingga larut malam, kebetulan saat itu Syaikh akan melepas kepulangan para Da’i dan Imam dari Brazil, Pakistan, dan Afrika. Beliau bercerita tentang seorang tamu yang baru ia kenal mendatanginya yang ternyata adalah jamaah muhibbin Beliau. Dalam obrolannya, sang tamu bertanya, “ Yaa Sayyidii, Apakah mungkin bisa melihat Rasulullah di dalam bis?” Syaikhna menjawab, “Ya, bisa!!”.

Sang tamu kemudian bercerita, “Wallahi, kemarin saat diperjalanan untuk menghadiri majelis Anda/Majelis Tafsir Mingguan, di bis saya tertidur sekejap dan melihat Rasulullah Saw. Saya melihat Rasulullah Saw sedang meletakkan lisannya di telapak tangannya yang mulia sambil tersenyum dan berkata kepada saya,

“بلساني هذا ينطق به محمد”

“Dengan lisanku ini, Muhammad berbicara!”

Seketika saya terjaga dari tidur kemudian bertanya-tanya, siapakah ‘Muhammad’ yang dimaksud Rasulullah Saw itu? dan saat itu juga saya teringat bahwa Anda memiliki nama depan Muhammad, Syaikh Muhammad ‘Adnan al-Afyouni.

Mendengar cerita tamunya tersebut, Syaikhna langsung sujud. Tentu saja sujud Beliau itu sangat penuh makna. Padahal kesaksian semacam ini sangat banyak sekali disampaikan dari para Masyayikh, Murid, dan Muhibbin kepada Syaikhna. Tak biasanya Syaikhna melakukan hal itu sembari menangis. Tangis itupun kemudian berlanjut saat Beliau memberikan sanad musalsalat bilmahabbah, birrahmat, bilmushofahah, dll, dengan sanad khusus dari Beliau yang kemudian ditutup dengan doa-doa yang dilangitkan. Ruangan kala itupun sungguh khidmat.

Baca Juga >  Mengenal Kiai Jadul Maula, Tokoh Muda NU Penggerak Kebudayaan

Pernah suatu ketika saat al-‘Arif Billah Syaikh Rojab Dieb rahmatullah ‘alaih sedang mengisi majelis, ada jamaah yang meminta arahan kepada Beliau, “Dars atau majelis mana yang baik untuk aku datangi?” Syaikh Rojab mengisyaratkan untuk mendatangi majelisnya Syaikh Muhammad ‘Adnan al-Afyouni dan Beliau berkata tentangnya:

” إنه من اهل القلب وأولياء الله

Sungguh, berada didekat Syaikhna, ahwal dan kharismanya menguasai diri kami. melihatnya bagaikan nur yang menembus relung-relung hati. tatapannya penuh dengan penghormatan dan pandangannya penuh dengan cinta dan kasih sayang. setiap gerak aktivitas tubuhnya, lisannya, dan hatinya adalah kebaikan dan kemanfaatan yang beorientasi pengabdian kepada ilmu dan agama, berorientasi kecintaan kepada Rasulullah, dan ikhlash hanya mengharap ridho Allah Swt.

Namun kini, sang ‘lisan rosul’ itupun telah ‘menjumpai’ kekasihnya, Rasulullah untuk menghantarkannya pergi menghadap Sang Kekasih, Allah swt. Di bulan kelahiran kekasihnya yang sangat ia inginkan, selepas mengisi majelis siroh dan maulid kekasihnya. Bahkan, Syaikhna belum sempat berbuka puasa karena masih dalam majelis. Ahh.. kamipun teringat dengan Sayyidina Ustman yang wafat terbunuh dan berbuka puasa dengan Rasulullah, Saw.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, segala sesuatu adalah milik Allah, bahkan cinta kamipun kepada Sang Guru adalah milik Allah, dan akan kembali kepada-Nya. Selamat dan berbahagia atas kesyahidanmu, maka kamipun menyaksikannya. Semoga kami dapat meneruskan jejak-jejak kebaikan dan keistiqomahan yang telah engkau rintis semasa hidupmu.. Syaikhna 😢💔

Penulis: Ustadz Andri Kurniadi.