Wajib Takut, Jangan Merasa Aman dari Corona

Wajib Takut, Jangan Merasa Aman dari Corona

Posted on

Wajib takut Corona, jangan merasa aman dari Corona.

Bagi kaum muslimin yang masih tetap melaksanakan shalat berjamaah dan Jum’ah di masjid, WAJIB melaksanakan protokol Physical Distancing atau jaga jarak dan tidak ada kontak (bersalaman). Hal ini sebagai wujud taat terhadap ulil amri intruksi jaga jarak dan juga taat kepada agama. Sekali lagi, jangan sombong dan merasa aman, sehingga meremehkan physical distancing. Imam al-Qarafi menjelaskan:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

وَ قَدْ يَكُونُ الْخَوْفُ مِنْ غَيْرِ اللَّهِ – تَعَالَى – لَيْسَ مُحَرَّمًا كَالْخَوْفِ مِنْ الْأُسُودِ وَ الْحَيَّاتِ وَ الْعَقَارِبِ وَ الظُّلْمَةِ، وَقَدْ يَجِبُ الْخَوْفُ مِنْ غَيْرِ اللَّهِ تَعَالَى كَمَا أُمِرْنَا بِالْفِرَارِ مِنْ أَرْضِ الْوَبَاءِ وَ الْخَوْفِ مِنْهَا عَلَى أَجْسَامِنَا مِنْ الْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ.

Adakalanya takut kepada selain Allah Ta’ala itu tidaklah dilarang, seperti takut kepada singa, ular, kalajengking, dan kegelapan. Adakalanya juga takut kepada selain Allah Ta’ala adalah wajib sebagaimana kita diperintahkan untuk menghindari daerah yang sedang terkena pandemi/wabah dan diperintahkan takut terhadap penularan penyakitnya pada tubuh kita.

(القرافي، الفروق، الطبعة الثانية، الجزء ٤، الصفحة ٣٥١، مؤسسة الرسالة، دمشق: ١٤٣٢ ه/٢٠١١ م)

Kalau kita menyepakati bahwa virus covid-19 adalah balak dari Allah SWT, maka merasa aman dari balak dan ujian Allah adalah maksiat yg berdosa. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99).

Baca Juga >  Android Sebagai Penghambat atau Pendukung Pendidikan?

Yang dimaksud dengan makar Allah di sini adalah bencana atau azab. Yaitu apakah mereka merasa aman dari azab Allah di saat mereka lalai? Tiada yang merasa aman kecuali orang-orang yang merugi.

Al Hasan Al Bashri mengatakan:

المؤمن يعمل بالطاعات وهو مُشْفِق وَجِل خائف، والفاجر يعمل بالمعاصي وهو آمن

“Seorang mukmin beramal taat dan ia dalam keadaan takut (akan siksa Allah). Sedangkan ahli maksiat melakukan maksiat dan selalu merasa aman (dari murka Allah).” Dinukil dari tafsir Ibnu Katsir pada tafsir surat Al A’raf ayat 99.

Dikuatkan oleh hadits yang disebutkan oleh ‘Abdur Razaq dalam Mushonnafnya,

عن بن مسعود قال أكبر الكبائر الإشراك بالله والأمن من مكر الله والقنوط من رحمة الله واليأس من روح الله

“Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allah, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allah.” (HR. Abdurrozaq, 10: 460, dikeluarkan pula oleh Ath Thobroni).

Dalam hadits ini ditunjukkan dua sifat yang termasuk dosa besar yaitu merasa aman dari siksa Allah dan putus asa dari rahmat Allah. Dan inilah akibat buruk bagi yang punya sifat demikian.

Penulis: KH Fajar Abdul Bashir, Ketua LBM PWNU DIY dan Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Bantul.