Tips  Jadi Anak Muda Zaman Now yang Tidak Mudah Terombang-ambing

Oleh Ahmad Yusuf

MENURUT KH. Amir Jamiludin yang akrab dipanggil (Gus Jamil), Pengasuh PP. Walisongo Cukir Jombang, resep supaya tidak terombang-ambing oleh perkembangan zaman ya dengan  berdzikir menyambungkan diri kepada Allah. Orang kalau dzikirnya kuat pasti prinsipnya kuat. Sedang orang yang galau itu karena jauh dari Allah Ta’ala. ingat dengan dzikir hati akan tenang. Kalau ingat Allah, karena Allah Maha Baik, pasti Dia cinta kebaikan, karena ingin menyenangkan Allah pasti melakukan perbuatan yang baik, Sebab punya prinsip. Digoda kayak apapun kalau ingat kepada Allah tidak bakalan bergeming. Tapi kalau lengah, lupa kepada Allah pasti mudah tergoda. Jadi kalau ingin prinsip yang kuat resepnya, ingatlah Allah di manapun anda berada, kapanpun anda berada. اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ : Takutlah kepada Allah di manapun anda berada ( Hadits Riwayat Imam At Tirmidzi dalam Sunannya No. 1987, dari Abu Dzar dan Muadz bin Jabal)

Kapanpun, di manapun ingat Allah swt. Orang terombang-ambing itu ibarat kayak layang layang putus yang tidak punya pegangan. Kalau talinya kuat, benangnya kuat ya tidak akan putus. begitupun kita kalau kepada Allah kuat prinsip juga tidak akan  putus. Jadi mengingat Allah, dengan berdzikir atau mungkin banyak baca Yasin, dengan menerapi banyak baca Yasin nanti prinsipnya kuat. Kalau tidak bisa  baca yasin ya minimal baca dzikir :  لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ atau baca sholawat kalau agak panjang sedikit fatihah diperbanyak InsyaAllah prinsipnya kuat dan tidak kaku. Ada orang yang prinsipnya kuat tapi kaku cenderung kadang-kadang menyakiti  orang.

Jadi pada intinya agar kita tidak terombang-ambing dengan perkembangan zaman yang membawa dampak negatif ya dengan berdzikir: mengingat allah swt, sebab dengan berdzikir kita akan mengingat Allah, sehingga apa yang akan kita kerjakan akan selalu mengingat allah swt. (*)

Riwayat Penulis

Ahmad Yusuf, biasa dipanggil kang Yubo adalah santri di Pondok Pesantren Walisongo Putra Cukir dan mahasiswa pascasarjana di UIN Syekh Wasil Kediri. Saat ini menjadi guru Al-Qur’an di Mts Arrahman Nglaban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *