Bangkitmedia.com, JAKARTA – Hasil survei Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengenai kandidat Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 menempatkan KH Imam Jazuli Lc MA di posisi tertinggi 26,1% . Di peringkat bawahnya ada nama KH Marzuqi Mustamar (22,6%),KH Yusuf Chudlori (17%), KH Yahya Cholil Staquf (9.8%), KH Zulfa Mustofa (4.6%), KH Abdussalam Shohib (4.2%), Prof KH Nasaruddin Umar (4.0%), KH Syaifullah Yusuf (3.6%), H Nusron Wahid (2.1%), Prof KH Nuh DEA (1.9%), KH Abd Ghaffar Rozin (1.3%), KH Juhadi Muhammad (1.3%), dan KH Abd Hakim Mahfudz (1.3%).
Lantas, siapakah sebenarnya KH Imam Jazuli? Sebagaimana dilansir wikipedia, KH Imam Jazuli merupakan pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon. Pria yang dilahirkan pada 17 November 1976 tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), akademisi alumni Al-Azhar Kairo dan UKM Malaysia, serta dikenal sebagai pemikir Islam dan penulis.
Kyai Imjaz merupakan putra KH. Anas Sirojuddin dan Ibu Hj. Sukini Koniah. Beliau menikah dengan Hj. Malika Lulu,S.Psi, putri dari Drs.KH. Abdurrohim Sanusi, Lc dan Hj. Neneng Syamsiah. Dari pernikahannya, beliau telah dikaruniai Enam anak, yaitu: Imtiaz zay Balqis, Syah Khotami El Aulia, Tsaura Benazir Helmaye, Syirin Sirul illah, Ayeesha Niswah Maulidia dan Nehla Hadia Tajik.
Kiai Imjaz alumni Pesantren Al-Ishlah Bobos (1989), Pesantren Majlis Tarbiatul Al Mubtadi’ien (MTM) Kempek Cirebon (1992), Pesantren Lirboyo Kediri (1995), Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar Kairo Mesir (2000), dan Pascasarjana di Faculty Human Science Dept. Political Strategic and Defence, Universiti Kebangsaan Malaysia (2003). Dan tercatat sebagai mahasiswa S3 di Dept. International Strategic Studies, Universiti Malaya, Malaysia.
Kiprahnya, selama ini menjadi pengasuh Pondok Pesantren VIP Bina Insan Mulia, Cirebon. Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia). Ketua Dewan Markaz Quran Indonesia dan Dewan Pembina Faraid Center Indonesia. Dan pernah masuk jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015.
Beliau aktif menulis artikel opini keislaman dan sosial-politik di media nasional, sering kali menyoroti manajemen pesantren, politik kebangsaan, dan gagasan modernisasi NU. Pesantren Bina Insan Mulia yang dipimpinnya dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Barat dengan fokus pada inovasi pendidikan, berlokasi di Cirebon. Kiai Imam Jazuli memang dikenal memiliki gagasan yang progresif untuk perkembangan dunia pesantren dan NU.
Beliau aktif di berbagai organisasi, baik semasa masih di Kairo maupun sekembalinya ke Indonesia. Antara lain sebagai pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Mesir, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir, Ketua Lembaga Studi Filsafat Islam, Ketua Umum Sanggar Terjemah dan Pustaka, ICMI Orsat Kairo, dan sebagainya.
Sekembalinya ke Indonesia, beliau diamanati sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (2010-2015), Ketua Dewan Markaz Quran Indonesia, Dewan Pembina Faraid Center Indonesia, Direktur Utama PT Fikruna Center, dan Komisaris Utama PT. Global Overseas Group dan sebagainya. Buku-buku karyanya antara lain Al-Quds Masalah Kita Bersama (1998), Pendidikan Karakter Bangsa & Nasionalisme (2010), Kitab Kebajikan (2011), Mengenal Syariat, Ma’rifat & Hakikat (2011), Rahasia Merubah Daun Menjadi Uang (2014) dan lain-lain. Selain itu, ia aktif menulis kolom/artikel di beberapa media nasional, seperti tribunnews.com, Republika, Media Indonesia, NU Online, Majalah Integritas, Ditjen Pendis Kemenag RI, dll. (Diolah dari berbagai sumber)








