Teror dan Islam: Membaca Kasus Maaher At-Thuwailibi

maheer

Ada banyak orang yang ingin menegaskan tidak ada hubungan antara teror dan Islam. Bahwa Islam agama damai dan mengutuk terorisme. Saya berpendapat, sebagian terorisme itu jelas berdasarkan Islam, dilakukan oleh Muslim, dan demi membela umat Islam. Hanya, Islam yang mana dan Muslim yang mana yang bisa melakukannya.

Menyangkal keterkaitan Islam dan terorisme sama dengan membiarkan sekelompok Muslim dengan tafsir agama tertentu, khususnya tafsir takfiri, untuk tetap hidup di antara umat, dan bahkan dianggap panutan umat. Coba kita baca pikiran si Maaher At-Thuwailibi itu. Ketika polisi ia sebut monyet, maka ia sudah menganggap polisi bukan manusia. Ketika polisi bukan manusia maka dalil para Muslim moderat soal dosa membunuh satu manusia sama dengan membunuh seluruh umat manusia menjadi tidak berguna.

Si Jahil Thuwailibi itu hanya sedikit contoh bagaimana Islam tertentu memang bertanggung jawab atas terorisme. Kalau Anda nonton acara keislaman di TV, akan mudah sekali menemukan bibit bibit eksklusifisme. Akumulasinya adalah intoleransi. Buahnya kebencian. Panennya terorisme atau minimal membenarkan terorisme.

Maka, berhentilah menyangkal keterkaitan Islam dan terorisme. Akui dan bersihkan ajaran mereka dari pikiran umat, dari panggung umat.

(Arif Maftuhin, Dosen UIN Sunan Kalijaga)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *