Terkait Pembakaran Bendera HTI, Saya Sepakat dengan Gus Yaqut

Bendera HTI

HTI-FPI dan sebangsanya ngamuk “benderanya” dibakar banser. Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FFHH) bahkan sudah mengunci komen yang masuk.

Siapa yang salah ? Ya kita sebagai muslim yang tidak perduli dengan kualitas keislaman.

Bacaan Lainnya

Membuat orang agar “ngeslam” itu gampang, yang sulit adalah mengislamkan hatinya selalu mengingat Allah.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Q. S Ar-Ra’du : 28).

Jadi aneh kalau ada segerombolan muslim kobat-kabit “bendera bertulis syahadat” tapi kok marah-marah dan selalu demo demi kepentingan politiknya doang.

Di sini saya setuju dengan pendapat ketua GP Anshor/Banser Gus Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan bahwa pembakaran dilakukan untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid.

Salut Bro !

Zaman millenial memang butuh ketegasan, jangan sampai Indonesia berkutat pada sejarah itu-itu saja. Kapan mikirin bersaing dengan bangsa lain?

Saya sendiri sebenarnya senang dengan adanya orang yang kebat-kebit bendera berlafadz syahadat di Jepang, mempermudah memetakan pelaku dan wilayah potensi terorisme.

Inteljen Jepang sudah tahu asal muasal itu bendera.

Andai yang dikebat-kebit bendera bergambar pete atau jengki, mungkin akan lebih menarik, jauh dari konflik dan menandakan bahwa Indonesia subur-makmur.

 

(Lutfi Bakhtiyar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *