Syetan Sengsara Saat Kamu Bercinta dengan Istrimu, Ngaji Gus Baha

  • Whatsapp
Syetan Sengsara Saat Kamu Bercinta dengan Istrimu, Ngaji Gus Baha

Syetan Sengsara Saat Kamu Bercinta dengan Istrimu, Ngaji Gus Baha.

Gus Baha selalu menyenangkan para muhibbinnya. Setiap ngajinya selalu mencerahkan dan menyejukkan hati. Dalam menghadapi syetan, Gus Baha memberikan resep sangat nyaman dan membahagiakan. Jangan terjebak dengan godaan syetan, buatlah bahagia diri kita dengan syariat Allah.

Terkait dengan godaan syetan ini, Gus Baha memulai dengan masalah musik. Musik ini banyak diharamkan para kyai, tapi anehnya para kyai suka mendengarkan musik.

“Kiai itu gak mau memainkan organ, tapi kalau mendengarkan mau. Saya pernah membantah Kyai. Anda mengharamkan musik, tapi, kok, mau mendengarkan?”

“Beda; mendengarkan dan memainkan itu beda,” jawab kyai itu.

Bagi Gus Baha, jawaban kiai itu bukan perkara naif. Walaupun di mata sebagian kalangan itu dipersoalkan, tapi Gus Baha tetap menilai itu hal biasa.

“Artinya, kalau kiainya mendengarkan gitar dan ikut memainkannya, ya gak enak. Tapi asal hal itu berangkat dari cinta yang begitu dalam kepada Tuhan, maka bagus, karena setan itu perlu dilawan dengan perkara yang mubahat (yang diperbolehkan). Diingat, ya, syetan itu harus dilawan dengan mubahat,” tegas Gus Baha.

Bagi Gus Baha, ini penjelasan para ulama yang wushul (sampai) kepada Allah.

“Kelak, tuntut saja saya di akhirat jika fatwa saya ini salah.”

“Kamu tidak bisa melawannya tanpa mubahat. Memang harus dilawan dengan mubahat. Makanya syetan itu sengsara sekali melihat orang kelon (bercinta) sama istinya. Ada orang tua yang guyon sama anaknya, setan sengsara sekali, karena ini praktik menikmati perkara mubah.”

Kata Gus Baha, ini sesuai dengan firman Allah dalam QS Yunus ayat 58.

“Katakanlah (Muhammad) dengan Karunia Allah dan rahmat-nya hendaklah dengan itu mereka
bergembira.”

Bagi Gus Baha, syetan itu ingin manusia punya was-was, meragukan keabsahan esksistensi dari Tuhan, seperti para filosof. Tuhan itu kriteria atau apa? Tuhan kala sendirian bersama siapa? Kemudian alam semesta yang wujud ini
apakah skenario Tuhan atau setan? Skenario Tuhan? Kalau skenerio tuhan, kok,, tidak baik
semua? kok ada jeleknya?

“Makanya semua ulama sepakat untuk melawan setan, seseorang harus menikmati mubahat. Harus menikmati hal-hal yang dihalalkan allah SWT.”

Gus Baha kemudian mengisahkan cerita seorang wali bernama Abu Yazid Al-Busthomi terkait manusia dan surga.

“Jadi, Abu Yazid itu saking pedenya masuk surga lalu bertanya pada Allah, “Ya Allah, teman saya di surga itu siapa?”

Allah Menjawab: “Si A.”

“Ini cuma cerita dan anda tidak harus percaya. Kan bukan Al-Qur’an atau Hadits. Tapi saya percaya. Ternyata orang itu hobinya di warung-warung yang gak bener. Hobinya di warung. Ketika diketahui kriteria orang itu hanya dia seorang, Abu Yazid balik kanan (melipir).”

“Mimpi saya sepertinya salah. Masak teman saya di surga adalah orang semacam itu? Kerjaannya ke warung bersama orang-orang mabuk.”

Tapi sebenarnya orang itu di sana cuma minum air putih.

“Ketika Abu Yazid balik kanan, orang itu memanggil: “Wahai Aba Yazid, benar bahwa saya adalah temanmu di Surga!”

Padahal saat itu Abu yazid belum sampai nanya sama sekali. Akhirnya Abu Yazid sadar dengan yang dialaminya.

Akhirnya orang itu bilang kepada Abu Yazid begini.

“Abu Yazid, separuh dari orang yang minum-minuman memabukkan di sini sudah saya tobatkan. Separuhnya lagi ini tugas kamu! Mereka inilah yang masih peminum.”

Gus Baha kemudian menegaskan bahwa Abu Yazid adalah wali resmi, biasa ngaji dan tidak terbiasa jadi wali lapangan. Kemudian Abu Yazid bermunajat pada Tuhan:

“Ya Allah, atas nama kemuliaan-Mu, hamba adalah kekasih-Mu dan siapa saja yang melihat wajahku harus mendapatkan hidayah.”

Abu Yazid kemudian menemui orang yang bersama para peminum berat tadi.

“Seluruh temanmu yang masih peminum suruh melihat wajah saya, nanti pasti menjadi tobat.”

Semuanya dipanggil, lalu orang itu berkata.

“Wahai teman-temanku, lihatlah wajah Abu Yazid”

Sesaat setelah melihat wajahnya, orang-orang itu langsung tobat!

Dari sini, Gus Baha menegaskan bahwa untuk melawan syetan memang harus dengan perkara mubahat (yang boleh). Semua wali pasti mengalami hal itu, makanya Jalaluddin Al-Rumi terkenal sekali punya hobi menari. Sampai sekarang muncul tari marawis itu awal-awalnya adalah Jalaluddin Al-Rumi.

“Kalau anda tahu cerita tentang Nabi, baliau itu punya kesukaan menggarisi tanah. Sahabat kadang bertanya:

“Ada apa, wahai utusan Allah?”

“Tidak apa-apa, gini aja”

Banyak ulama begitu, biasanya, untuk melawan setan itu harus disibukkan dengan mubahat. Karena jika anda melogikan Tuhan berlebihan, dan jadi filosof, dan macam-macam, lama kalamaan syetan akan menggoda.

“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada engkau dari bisi-bisikan Syetan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.” doa Gus Baha.

Gus Baha memberikan saran kalau kita suka jajan, ya jajan biasa saja. Kalau lagi rukun sama istri, ya, ngobrol biasa saja. Kalau lagi bertengkar, ya nikmati pertengkaran itu.

“Alhamdudulillah istriku marah. Pokoknya harus disyukuri! Berkahnya istri saya marah, saya mulai berpikir metode rekonsiliasi dengan istri. Akhirnya kan tidak mendengarkan setan, kan?”

Itulah indahnya ngaji Gus Baha, kita diajak berfikir dengan menyenangkan. Semua dalam rangka bahagia dan mendekat Allah SWT.

Demikian tentang Syetan Sengsara Saat Kamu Bercinta dengan Istrimu, Ngaji Gus Baha, semoga manfaat.

(Ustadz Abu Umar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *