Rahasia Keajaiban Hidup Kiai Hasyim Muzadi yang Tersembunyi

  • Whatsapp
Rahasia Keajaiban Hidup Kiai Hasyim Muzadi yang Tersembunyi

Rahasia Keajaiban Hidup Kiai Hasyim Muzadi yang Tersembunyi.

Mengenang almarhum KH Ahmad Hasyim Muzadi. Saya teringat saat dulu tahun 2000-an bersama Pak Taufiqurrahman Saleh SH sowan Pak Hasyim ke Pesantren Al-Hikam. Beliau berkata: “Aku kalau dulu ngga manut patuh sama kakekmu, ya ngga jadi seperti ini. Paling pol ya jadi kayak Pak Taufik ini (anggota DPR RI).”

Lalu beliau bercerita keajaiban hidupnya bersama kakek saya almarhum Mbah Kyai Anwar Noer (pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang Malang).

Dulu, saat tahun 1972, kata Pak Hasyim, ia dipanggil Mbah Kyai Anwar dan disuruh mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang.  Ia sempat menolak karena yakin dapat jatah nomor buncit yang hampir pasti ngga akan jadi.

Tapi Mbah Anwar mendesak dan betul memang ternyata Pak Hasyim ngga dapat kuota anggota DPRD yang saat itu memakai urutan. Namun saat hampir pelantikan keajaiban pun terjadi. Atas takdir Allah, anggota pemegang nomor jadi di atasnya meninggal dunia, maka Pak Hasyim pun katut sebagai anggota DPRD secara mendadak otomatis.

Seiring perjalanan waktu, setelah beliau duduk sebagai anggota DPRD tingkat 1 Jatim, tiba-tiba dipanggil Mbah Anwar dan diminta mundur sebagai anggota DPRD untuk konsentrasi dakwah membina santri. Beliau sempat bimbang dan setelah berpikir keras akhirnya ia tunduk patuh pada Mbah Anwar untuk mundur dari anggota DPRD.

“Waduh ndadak melarat aku, Rur,” kata Pak Hasyim.

Beliau pun menjalani fase baru hanya konsen sebagai kyai dan dai, menjalani hidup tirakat sangat sederhana bahkan kata beliau sampai taraf kekurangan. Tapi anehnya kalau beliau sedang ngga punya beras, Mbah Anwar selalu datang membawakan beras dan lauk.

Alhamdulillah, fase tirakat itu beliau lampaui dengan baik dan Allah memberinya anugrah kemampuan luar biasa memimpin ummat dan jam’iyah NU sampai menjadi Ketum PBNU.

Pernah saat Munas NU di Pondok Gede Jakarta, saya diajak naik mobilnya dan ditunjukkan amplop coklat sangat tebal berisi dolar US sambil berkata, “Rur, ini berkah niru kakekmu Mbah Anwar.”

Beliau selalu meladeni ummat tanpa pamrih, sehingga kalau beliau ada perlu semua orang tanpa diminta sudah datang sendiri membantu.

Begitu dekat hubungan beliau dengan Mbah Anwar, seringkali ia diceritakan di panggung saat pidato dan ketika haul Mbah Anwar, beliau selalu datang. Hingga dua minggu sebelum meninggal dalam kondisi sakit, beliau masih sempat minta diantar istrinya untuk datang ke Bululawang untuk khusus sowan pamit ke makam Mbah Anwar.

Semoga beliau telah bersama Mbah Anwar di surga-Nya, amien.

Penulis: Dr KH Ahmad Fahrur Rozi, Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang Malang, wakil ketua PWNU Jawa Timur.

*Demikian tentang Rahasia Keajaiban Hidup Kiai Hasyim Muzadi yang Tersembunyi, semoga manfaat.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *