PERINGATAN HARI LAHIR KE-2 IPARI: Penyuluh sebagai Jembatan Antarumat

Bangkitmedia.com, BANTUL – PARA penyuluh agama dari seluruh kapanewon Bantul menggelar aksi bersih-bersih di  Masjid Al Jamal dan di Gereja Santo Martinus Bangunharjo Sewon Bantul, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini menjadi rangkaian acara peringatan Hari Lahir ke-2 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang diadakan oleh Pengurus Daerah (PD) IPARI Bantul.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kemenag Bantul, Panewu Sewon, Kapolsek, Danramil Takmir masjid dan pengurus gereja dan dari Lintas sektor di lingkungan kapanewon Sewon,

Ketua  PD IPARI Bantul,  Hj. Sri Sumiyatun, S.Ag, M.Pd., mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen nyata penyuluh dalam merawat rumah ibadah sebagai tempat suci dan simbol persaudaraan, juga sebagai ruang jumpa lintas agama dan meneguhkan komitmen moderasi beragama.

“Kali ini kami mengambil tema BERSATU  (Bersih-bersih tempat Ibadah  dalam Kebhinekaan yang Harmoni Tetap Satu Indonesia,” katanya.

Kepala Kantor Kemenag Bantul, H. Ahmad Shidqi, M.Eng.,  menyambut baik atas kegiatan   Harlah ke-2 ini, sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen para penyuluh sebagai agen-agen moderasi di wilayahnya masing-masing.

“Anugerah kebhinekaan dari Tuhan patut  kita syukuri karena adanya perbedaan itu adalah sumber kekuatan bukan perpecahan. Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, adat, budaya, agama dan kepercayaan, bisa bersatu dalam bingkai nusantara yang indah dan harmoni,” lanjut Gus Kakan.

Dalam acara pembukaan juga diserahkan bantuan dari PD IPARI Bantul berupa alat kebersihan seperti sapu, pel, ember, cairan pembersih, dan tempat sampah, juga bibit pohon kepada pengurus rumah ibadah.

“Pemberian ini sebagai bentuk dukungan berkelanjutan agar kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah tetap terjaga. Ini juga bagian dari edukasi untuk merawat tempat ibadah sebagai ruang suci dan ramah bagi semua,” ujarnya.

Henry, perwakilan dari gereja Santo Martinus, juga menegaskan peran penyuluh sebagai pelayan umat yang tidak hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjaga kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban.

Terakhir Panewu Sewon, Hj. Hartini, SIP, MM., dalam sabutannya menyambut baik kegiatan ini, juga mendukung sepenuhnya untuk bisa diikuti lintas sektor yang ada. Karena sesuai agenda dari pemerintahan Kabupaten Bantul yang menekankan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, terutama terkait kerukunan beragama dan penyuluhan hukum tentang pernikahan usia dini, beliau beharap bisa terus bekerja sama dengan KUA atau kemenag Bantul. (Arif Faozi_Penyuluh KUA Piyungan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *