Pengajian Rutin Ahad Kliwon PC Muslimat NU Bantul

Bangkitmedia.com, BANTUL – Pagi itu sekitar pukul 06.30 WIB., hujan deras menyelimuti  Piyungan dan sekitarnya, tapi tak menyurutkan semangat ibu-ibu berseragam Muslimat hilir mudik menuju GOR Gelora Prapto Raharjo Srimulyo Piyungan, untuk mengikuti Pengajian Ahad Kliwon oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Bantul, yang diunduh oleh PAC Muslimat NU Piyungan, yang dihadiri sekitar 1.500 jamaah PAC Muslimat NU se-Bantul. (14/12/2025).

Acara dibuka dengan Semaan Al Quran Juz 11-15 yang dibaca oleh Ibu Nyai Hj. Siti Baroroh, Ibu Nyai Hj. Ngaisyah, Ibu Nyai Hj. Maringah, Ibu Nyai Arni Farida, Ibu Nyai Nila Nur Qodriyah, dan para hafidzah kader Muslimat NU PAC Piyungan.

Ketua PC Muslimat NU Bantul, drg. Hj. Siti Roikhana Munawaroh, MPH., dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka menyambut “Hari Ibu”, perempuan itu harus memperkuat diri dengan ilmu, keahlian dan keterampilan, berdaya dan terus berkarya agar bisa mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang salih dan salihah untuk menyongsong Inonesia emas.

“Untuk itu, peringatan Hari Ibu jangan terjebak pada ceromonial saja, melainkan bagi seorang ibu/perempuan perlu memiliki wadah untuk perjuangan yang nyata” ungkapnya.

Muslimat NU adalah salah satu wadah perjuangan untuk meng-upgrade diri para Ibu untuk menambah wawasan keilmuan agama maupun sosialnya.

Anwar Zuhri (Ketua MWC NU Piyungan), dalam tausiyahnya menyampaikan orang yang paling bahagia itu adalah orang yang selalu bisa menerima kenyataan, sebagai takdir Allah SWT.

“Seperti pagi ini, hujan amat lebatnya, panitia kalau tidak bisa menerima keadaan ini pasti akan cepat mengeluh, khawatir yang hadir sedikit, padahal hikmahnya banyak sekali dengan turunnya hujan tersebut, suasana menjadi tambah sejuk dan makin syahdu mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an di tengah rintik hujan,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Kyai Anwar berpesan bahwa sebagai kader Muslimat NU harus menyiapkan generasi yang berkualitas di masa yang akan datang. Berkualitas di bidang agama, iptek, dan ekonominya. Sebagaimana pesan Nabi, dilarang meninggalkan anak cucu atau generasi dalam kondisi yang lemah segalanya. (Nurhaeni_PAC Muslimat NU Piyungan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *