Bangkitmedia.com, YOGYA – Ketua PWNU DIY, Dr. KH A. Zuhdi Muhdlor, mengapresiasi Pengurus Cabang Nahdlatul ‘Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta yang semakin eksis dengan berbagai aktivitas. Padahal PCNU Kota Yogyakarta ibaratnya hidup di ‘kandang macan’.
“Saya kira ini perlu keberanian tersendiri, di Jalan Ngasem berdiri kantor PCNU dengan papan namanya. Juga pemasangan bendera-bendera NU di pinggir jalan ini. Sebab NU Kota ini berada di ‘kandang macan’. Semoga tidak membangunkan ‘macan tidur’. Selain di Ngasem ini, PCNU Kota Yogya juga mempunyai kantor di Gedongkuning,” kata KH Zuhdi Muhdlor dalam sambutannya pada acara Turba PWNU DIY ke PCNU Kota, Ahad (9/3).
Acara juga dihadiri Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Mas’duki, Wakil Rais Dr KH Habib A Syakur, Katib Syuriah KH Mukhtar Salim, jajaran tanfidziyah PWNU DIY, Rais Syuriah PCNU Kota Yogyakarta KH Sholehuddin Mansyur dan Ketua Tanfidziyah Dr Yazid Affandi dan jajarannya serta para pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta.
Jajaran PWNU DIY dan PCNU Kota Yogyakarta.
Menurut KH Zuhdi Muhdlor, Turba ini bagian dari konsolidasi organisasi yang akan terus dilakukan. Karena itu ia juga meminta PCNU juga terus melakukan konsolidasi ke seluruh MWC NU di wilayahnya bahkan juga sampai ke ranting-ranting atau kepengurusan tingkat kecamatan yang sudah terbentuk di seluruh Kota Yogyakarta.
“Seluruh jajaran kepengurusan NU harus terus berkolaborasi dan bersinergi untuk bisa menjalankan program kerjanya NU. Tidak bisa masing-masing berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Rais Syuriah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki menilai kantor PCNU Kota Yogyakarta di Jalan Ngasem ini mempunyai makna tersendiri bagi NU. Kata ngasem kalau dianggap dari kata Bahasa Arab, <I>ishom<P> mempunyai makna menjaga dan melindungi. “Semoga dengan berkantor di Ngasem, PCNU Kota Yogyakarta bisa senantiasa menjaga marwah NU sehingga semua program-programnya bisa dilaksanakan dengan baik, berjalan lancar dan membuahkan hasil yang baik,” katanya.
Sedang Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, Dr H Yazid Affandi menjelaskan, selain digunakan untuk kantor, tanah dan bangunan wakaf (alm) KH Fadlan AG ini juga digunakan untuk pondok pesantren, sebagaimana amanat pihak yang mewakafkan. Selain itu bagian depannya digunakan untuk usaha, yaitu air minum isi ulang dan biro perjalanan NUTrans.
Pada kesempatan ini, Katib Syuriah PWNU DIY, KH Mukhtar Salim dan Sekretaris Tanfidziyah Dr Muhajir melakukan sosialisasi berbagai peraturan perkumpulan NU. Kemudian Wakil Ketua Tanfidziyah KH Amin Fauzan menginformasikan Gerakan Jariyah untuk pengadaan tanah dan pembangunan Kantor PWNU DIY. Sedang Wakil Ketua Tanfidziyah Dr Ahmad Rofiq menginformasikan perkembangan Universitas Nahdlatul ‘Ulama (UNU) yang didirikan oleh segenap Nahdliyin di DIY. 
Dr. Ahmad Rofiq menginformasikan perkembangan UNU Yogyakarta.
“Al-hamdulillah, perkembangan hasil penerimaan mahasiswa baru menunjukkan trend positif. Kalau dua tahun lalu jumlah pendaftar 300-an orang, tahun lalu 500an orang, sedang tahun ini sudah mencapai 800an orang. Jumlah ini tentu merupakan lonjakan yang fantastis,” jelas kata Dr Rofiq yang juga Sekretaris Senat UNU Yogyakarta sambil menjelaskan berbagai rencana pengembangan UNU, antara lain dalam waktu dekat akan membangun gedung baru. Juga mengundang para kader NU untuk kuliah di UNU dengan memanfaatkan program beasiswa yang ada. (Lutfi)








