Bangkitmedia.com, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan belasungkawa mendalam atas timbulnya korban meninggal akibat ambruknya bangunan mushala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. PBNU turut mendoakan agar para korban mendapat ampunan Allah dan diterima seluruh amal perbuatannya semasa hidup. Imbauan itu disampaikan dalam edaran Surat Nomor 4536/PB.03/A.I.01.47/99/10/2025 perihal Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, pada 10 Rabi’ul Akhir 1447 H/2 Oktober 2025 M.
“Teriring doa semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni segala salah dan khilaf mereka, serta menerima semua amal kebaikan mereka selama hidup,” demikian keterangannya yang diterima NU Online, Kamis (2/10/2025).
Sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama, PBNU mengimbau kepada seluruh Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia, serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) di berbagai negara untuk menyelenggarakan shalat ghaib dan tahlil bersama warga NU di wilayah masing-masing. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi para korban meninggal dunia dalam musibah tersebut.
“PBNU mengimbau agar menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlil bersama seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah masing-masing yang ditujukan untuk segenap korban meninggal dunia dalam Musibah Pondok Pesantren Al-Khoziny Kabupaten Sidoarjo,” imbaunya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Wakil Ketum PBNU H Amin Said Husni sudah meninjau langsung lokasi dan mendengarkan kronologi yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny KHR Abdus Salam Mujib. “Dalam kunjungan tersebut, kami mendengarkan langsung penjelasan beliau, meninjau lokasi kejadian,” ujar Gus Yahya.
Gus Yahya menyampaikan simpati kepada para wali santri yang menunggu evakuasi dengan penuh kecemasan atas kabar putra-putrinya yang masih dalam pencarian di bawah reruntuhan. Ia mengajak seluruh pihak untuk berdoa bersama agar para santri yang masih proses pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Menteri Sosial RI yang juga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak dan Bupati Kabupaten Sidoarjo H Subandi telah meninjau langsung lokasi dan bertemu keluarga santri. Ia mengajak keluarga santri beserta petugas berdua bersama memohon kekuatan menghadapi musibah.
Setelah mengunjungi pesantren, Gus Ipul kondisi korban di RSUD Ernotopuro Sidoarjo. Ia menyampaikan bahwa layanan psikologis terus diberikan kepada para santri dan keluarga yang terdampak agar tetap tegar menghadapi guncangan mental maupun emosional. Gus Ipul juga mengapresiasi serta memberikan dukungan kepada tim relawan yang berjuang di medan sulit dan berisiko tinggi. “Sulitnya menjangkau santri-santri yang ada di dalam masjid tersebut, saya menghargai kerja keras Kepala Basarnas beserta seluruh tim, selama 24 jam tim ini bekerja, untuk mencapai satu titik tertentu itu diperlukan upaya keras,” ucap Gus Ipul.(Sumber: NU Online)








