Peringatan tulus untuk kaum jomblo.
لا تتأخر عن الزواج لثقل أعبائه فليوم من أيام العزوبة فيه من ثقل الأعباء ما تنوء بحمله الجبال الراسيات
و عبادة العزب مشوبة بانشغال البال مع الشيطان و عبادة المتزوج مشوبة بانشغال البال مع الرحمن
و لبسمة من طفل صغير أحب إلى الله من ركعات يقوم بها عزب في ظلمات الليل البهيم
“Janganlah engkau menunda-nunda untuk menikah hanya karena tanggung jawabnya yang berat. Karena sungguh satu hari saja dari hari-hari kejombloan memiliki beban yang tidak bisa dipikul oleh gunung-gunung yang kokoh sekalipun.
Ibadah orang yang masih jomblo selalu tercampuri oleh fikiran dan hayalan syaithon. Sedangkan Ibadah orang yang sudah menikah selalu adem dan tentrem bersama Allah.
Sungguh senyuman manis dari bayi kecilmu itu lebih baik dari puluhan raka’at seorang jomblo yang sholat “sendirian” di tengah malam.. ”
Pesan-pesan di atas bukanlah nasehat sembarangan.. Ini adalah pesan dari Syaikh Musthafa As-siba’i seorang ulama terkemuka dari Suriah dalam Kitab fenomenalnya Hakadza Allamatni Al-hayat.
Dulu, ketika idola saya Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi masih muda dan masih “panas-panas”-nya. Beliau seringkali membantah dan mengkritik Syaikh Musthafa dengan kata-kata yang lumayan pedas dalam berbagai tulisannya. Sampai suatu hari Syaikh Musthafa sakit keras, Syaikh Buthi lalu datang menjenguk. Ketika itu, sambil menahan sakit, Syaikh Musthafa berkata kepada Syaikh Buthi :
” يبدو أنك تظن أني عاتب عليك.. إسمع يا أخي أن الاسلام لا مجاملة فيه و نحن جميعا جنود لهذا الدين وحده فمن واجبك أن تكتب و تدعو إلى ماترى أنه الحق.. و أنا أطالبك بإلحاح أن تظل على ما كتبت عليه بنفس الطريقة و الأسلوب مادام أن القصد هو وجه الله وحده
” Wahai Saudaraku.. Mungkin engkau merasa aku kesal dengan apa yang kau tulis selama ini. Dengarkanlah.. Dalam Islam tidak ada kata pura-pura. Kita semua adalah tentara Allah yang berjuang untuk agama ini. Maka sudah kewajibanmu untuk menulis dan mengajak kepada hal yang kau yakini sebagai sebuah kebenaran. Dan aku meminta dengan sangat kepadamu.. Tetaplah menulis seperti itu ! Dengan metode, cara dan bahasa yang sama.. Selama tujuanmu murni hanya untuk Ridho Allah semata..”
Sebuah ucapan tulus yang akhirnya membuat luluh Syaikh Buthi dan merubah cara pandang beliau tentang Syaikh Musthafa selama ini. Sampai-sampai beliau memasukkan Syaikh Musthafa dalam tokoh-tokoh mulia yang beliau abadikan dalam kitabnya شخصيات إستوقفتني (salah satu kitab Syaikh Buthi yang paling keren dan sangat saya rekomendasikan untuk kalian)
Sosok yang sudah diakui keikhlasan dan kealimannya oleh ulama sekelas Syaikh Buthi tentu bukanlah orang sembarangan.
Oleh karena itu saya yakin pesan-pesan dari beliau untuk para jomblo diatas benar-benar tulus dan ikhlas dari lubuk hati terdalam. Tidak ada maksud membully, menistakan atau maksut-maksut lainnya..
Jadi Silahkan diresapi dan dihayati ya mblo.
Penulis: Muhammad Ismael Al-Kholilie, alumni Pesantren Darul Musthofa Yaman asuhan Habib Umar bin Hafidz.








