tengku zulkarnain

Menjadi Ulama Tidak Cukup dengan Modal Sorban dan Jenggot

Posted on

Menjadi ulama/ustadz tidak cukup dengan modal sorban, jenggot, dan jubah. Butuh wawasan multidisipliner (ta’addudu takhashushat) dan proses belajar yang runtut dari guru-guru yang mata rantai keilmuannya jelas.

Menjadi ulama tidak cukup hanya dengan modal mampu membaca kitab. Ulama sejati adalah mereka yang mampu mengamalkan ilmu-ilmunya sehingga perilakunya dapat dijadikan teladan baik bagi masyarakat.

Menjadi ulama tidak cukup hanya tahu fikih. Ulama yang sejati adalah mereka yanng mampu menyelaraskan ilmu-ilmu dhahir dan batin; akidah-syariat-haqiqat. Ulama yang memahami kulit agama serta inti agama. Ini baru ulama ahlinya ahli. Intinya inti. Core of the core.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Di era serba instan ini, banyak yang secara instan mengulamakan diri sendiri dengan pakaian kebesaran surban dan jubah namun lupa membekali akal, hati, dan perilaku dengan ilmu-ilmu yang dibutuhkan.

Monggo, ojo rumongso biso. Ananging bisoho rumongso (jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa).

Baca Juga >  Al-Imam Ibn 'Atha'illah Al-Sakandariy dan Ajaran Tashawwufnya

Penulis: KH Irwan Masduqi, Mlangi Yogya.