Penyebaran hadis di Instagram menjadi era baru penyebaran hadis yang demokratis dan dinamis hari ini. Penyebaran hadis di media sosial menjadi lebih kontekstual dengan kehidupan masyarakat terkini.
Temuan tersebut terangkum dalam penelitian berjudul “Social Media Construction: Making Sense of Hadith Dissemination on Instagram” karya Jubba, Hasse, Ahmad Sunawari Long, Henky Fernando, Yuniar Galuh Larasati, Novita Cahyani, dan Mellysa Dwi Harni. Kita bisa membaca penelitian yang terbit tahun 2024 tersebut dalam jurnal ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 24 Nomor 2.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penyebaran hadis di media sosial Instagram telah mengantarkan era baru penyebaran hadis yang demokratis dan dinamis, yang ditandai oleh tiga temuan utama. Pertama, model penyebaran hadis di Instagram sering kali menggunakan bahasa, simbol, dan citra yang menggugah.
Temuan kedua, hadis yang dibagikan di Instagram sering kali berkaitan dengan konteks yang mengevaluasi nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual. Untuk temuan ketiga, penyebaran hadis di Instagram dapat dilakukan oleh berbagai individu, termasuk artis, selebritas, dan komunitas daring, dalam skala besar.
“Ketiga temuan ini secara kolektif menunjukkan bahwa penyebaran hadis di Instagram telah menumbuhkan model dan karakteristik di mana hadis yang disajikan semakin terkontekstualisasi, sehingga penyebaran hadis di Instagram tidak lagi bergantung pada keahlian atau kualifikasi khusus, seperti yang dimiliki oleh seorang sarjana hadis,” tulis dalam laporan tersebut.
Temuan penelitian ini berangkat dari penelitian sebelumnya tentang penyebaran hadis di media sosial yang terutama berfokus pada konteks degradasi nilai, pendidikan, dan representasi konten dalam model komunikasi dan interaksi virtual. Sebaliknya, penelitian ini mengungkapkan bahwa penyebaran hadis di Instagram melampaui sekadar model komunikasi dan interaksi virtual, membangun paradigma dan karakteristik penyebar hadis yang semakin rumit dan dinamis.
“Temuan ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai landasan dialog dalam penelitian yang mengeksplorasi mediasi hadis di era media baru, tetapi juga sebagai kerangka konseptual yang lebih disukai untuk memahami fenomena penyebaran hadis dalam konteks budaya dan media,” tulisnya.
Sebagai informasi, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk meneliti model dan karakteristik penyebar hadis yang lazim dalam tagar #hadis di Instagram.
–
Penulis: Antariksa Bumiswara








