kh ali maksum

Menggetarkan, Ini Surat KH Ali Maksum untuk Santrinya yang Belajar di Bagdad

Posted on

KH Ali Maksum dikenal sebagai sosok kiai yang sangat perhatian kepada santrinya. Kiai Ali bahkan sampai hafal nama semua santrinya sekaligus asal daerahnya. Perhatian besar inilah yang membuat santri Kiai Ali mempunyai pengalaman yang unik sepanjang mereka belajar di Krapyak.

Salah satu santri Kiai Ali ada yang bernama KH Ihsanuddin dari Wonolelo Pleret Bantul. KH Ihsanuddin saat ini menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Binaul Ummah Wonolelo Pleret Bantul. Sewaktu belajar di Bagdad, Kiai Ali mengirimkan surat kepada santri bernama Ihsanuddin itu pada 14 Maret 1983, saat itu Kiai Ali sudah menjadi Rais Aam PBNU.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Surat ini kemudian diposting di facebook putrinya KH Ihsanuddin yang bernama Arinal Husna pada 20 Januari 2017. Berikut surat itu selengkapnya.

Krapyak, 14-3-1983

ولدي المطيع إحسان الدين حفظه الله

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

1. Krapyak, wanalaila, alhamdulillah sehat semua. Adikmu, Syaibani alhamdulillah bisa menjadi gantimu, dekat sekali denganku, taat, sorogan dan ngaji ba’dha maghribnya rajin. Mung wae siti yang waktu kamu berangkat nangis, ngguguk sampe sekarang, tansah melamunkan dirimu, merindukanmu terus-terusan.

2. Pondok Krapyak sekarang semakin maju, pengajian-pengajian tambah gayeng ada yang ngajar di luar kelas, di kamar, di aula, di ruang E F, di perpustakaan. Alhamdulillah aku seneng banget. Ba’dha asar dipakai untuk kursus bahasa arab, ba’dha maghrib dan subuh seperti biasa, tsanawiyah aliyah semenjak dipegang seratus persen oleh Hasbullah alhamdulillah tambah rajin, disiplin.

3. Gedung madrasah diniyah bertingkat dengan bahan beton alhamdulillah sudah jadi megah, ganteng! Murid-muridnya alhamdulillah tambah banyak, begitu juga yang mengajar semangat-semangat, apalagi kalau ngajar di kelas senior. Tamam, muzani, ja’far, haidar, nawawi, heri topo, dll. Ida, faroh, ‘atirah, dll.

4. Hilmi, apison, zaki alhamdulillah maju-maju sekolahnya. Sudah pada ikut sorogan semua pinter-pinter. Mau pada disunat besok tanggal 10 jumadil akhir bareng haul.

5. Haul Krapyak besok besar-besaran karena bubaran sidang MPR. Anggota PB Jakarta tak undang semua.

6. Najib Abdul Qadir kemarennya pas hari Senin 7 maret mendadak diberangkatkan oleh Kanwil Jogja ke Makkah dalam rangka MHQ. Mudah-mudahan sukses.

7. Kelik sudah bisa nyopir kol mini, kalo ada tamu mesti dia minta yang mengantar ke terminal, mungkin karena diparingi duit. Sudah punya SIM. Tapi ya masih seperti biasaya. Doakan saja semoga termasuk golongan yang di ngendikaake Kanjeng Nabi أكثر أهل الجنة البله.

8. Waladi Zainuddin Maftuhin semenjak romonya wafat, langsung boyong Lasem sekarang membuat pondok, alhamdulillah sudah hampir jadi.

Baca Juga >  KH Aziz Masyhuri, Ketika Wafat Bersanding Buku (3)

9. Masjid Pondok Krapyak setelah direhab, bentuknya seperti masjidil aqsa, alhamdulillah!

10. Aku berharap sekali kamu memberi kabar. Manggonmu ning endi? Kumpul sopo? Hariane kepiye? Entuk beasiswa piro? Sinaune ono ing ngendi? Opo wae sing dipelajari? Biso langsung ing jaami’ah opo isih persiapan? Wes krasan tenan opo isih kebayang-bayang sing nangisi naliko brangkatmu?

Kamu harus sering-sering kirim surat ke aku, selain memberi kabar tentang dirimu sendiri juga waladi Asyhari sekalian. Aku akhir-akhir ini tidak pernah kirim surat, maklum kamu kan sudah tau kesibukanku selain di pondok Krapyak juga kedudukanku sebagai Rais Aam, mengurus laporan-laporan dari cabang, wilayah sampai ranting membuatku tidak pernah istirahat. Meskipun itu semua tugas tanfidziyah tetapi karena saking percayanya cabang-cabang, wilayah-wilayah, maka seringnya apa-apa langsung ke aku. Doakan kuat saja, aamiin.

11. Wasiatku padamu:

*Kamu harus sungguh-sungguh belajar mumpung masih muda ما أوتي عالم علما الا هو شاب
*Juga anggonmu mumarosah bahasa arab, kitabah, insya’ sungguh-sungguh diintensifkan.
*Kapan-kapan kalau sudah kembali ke Indonesia jangan langsung cari kerjaan di Jakarta atau langsung pulang ke Wanalaila, tapi kamu tak wajibkan khidmah di pondok Krapyak setahun, syukur dua tahun. Sambil mengembangkan syakhsiyyahmu. Insya allah besar sekali manfaatnya untuk kamu selamanya.
*Harus diniati dari sekarang, tholabul ‘ilmi mu akan menjadi ibadah yang besar manfaatnnya dunia akhirat.

12. Kamu kalau solat dimana? Apa di masjid yang dekat dengan pesareannya Syaikh Abdul Qodir al-Jilani? Kalau kamu sowan di pesareannya tawassul minta kepada Allah subhanahu wa ta’ala semoga aku sekeluarga pinaringan wilujeng, husnul khotimah. Aamiin.

والسلام

“abuukum”

Atas postingan ini, banyak sekali tanggapan netizen. Salah satunya tanggapan dari cucu KH Ali Maksum, yakni KH Dr Hilmy Muhammad, MA. Gus Hilmy, panggilan akrabnya, saat ini menjadi Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, yang juga ditugaskan PWNU DIY untuk maju sebagai calon anggota DPD RI Dapil DIY periode 2019-2024.

KH Hilmy Muhammad

Berikut tanggapan Gus Hilmy selengkapnya di laman facebooknya pada 23 Januari 2017:

“Matur nuwun, ananda Arinal Husna, Mbah Ali rahimahullah menyebut namaku di surat ini, karena beliau tahu bahwa aku itu murid abahmu, KH. Ihsanuddin Muslim… Jazakumullah ahsanal-jaza’. Rabbi fanfa’na bibarkatihim wahdinal-husna bihurmatihim, wa amitna fi thariqatihim, wa mu’afatin minal-fitani, amiiin.”

(red)