Mari berkenalan dengan tradisi Ancak di Komunitas Desa Wedoroklurak, Candi, Sidoarjo. Tradisi sebagai wujud rasa syukur ini juga terkait dengan tingkat religiusitas Islam.
Untuk mengenal tradisi Ancak ini, kita bisa menelaah penelitian dari Hanik, Umi, dan Ibnu Hajar Ansori berjudul The Study of Living Hadith of the Ancak Tradition in Wedoroklurak Village, Candi, Sidoarjo. Penelitian tersebut bisa diakses di ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 20 Nomor 2 (27 Oktober 27 2019): 217–231.
Dalam penelitian bermetode perspektif Living Hadith, hasilnya menunjukkan bahwa tradisi Ancak merupakan kegiatan yang muncul sebagai rasa terima kasih kepada Tuhan. Rasa syukur untuk hasil produk pertanian yang dipanen oleh masyarakat. “Rasa terima kasih kemudian diungkapkan dalam bentuk pemberian sedekah dan mengirimkan doa kepada para tokoh pendiri desa,” tulis dalam penelitian tersebut.
Kegiatan tersebut dilakukan di makam Mbah Nursinah Kik Graji Kendil Wesi sebagai pemimpin dari enam tokoh yang membuka desa pada saat itu. Rangkaian acara dimulai dengan Khatmil Qur’an, diikuti oleh siraman rohani, doa, dan makan bersama.
Dilihat dari perspektif Hadis, aspek motivasi didukung oleh Hadis terkait dengan sedekah dari hasil usaha, seperti yang diriwayatkan oleh al-Darimi, al- Nasa’i, Muslim, al-Tirmidzi, Ibn Majah dan al-Bukhari. “Dari bentuk kegiatannya, tradisi Ancak dapat dikembalikan kepada karakteristik umum yang berkaitan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an, ziarah kuburan, berdoa untuk leluhur, dan berkah untuk makan bersama,” tulisnya.
Menilik dari rangkaian kegiatan tradisionalnya, tampaknya tidak ada yang sesuatu yang terlihat melanggar hukum agama, sehingga klaim masyarakat setempat yang menyebut Ancak sebagai tradisi agama dapat diterima.
Keberlanjutannya perlu dipertahankan dan dilestarikan sebagai kearifan lokal yang dapat menumbuhkan kerukunan dan semangat kerja sama. Hal tersebut juga berpotensi menanamkan nilai religius yang mengakar dalam masyarakat, terutama nilai syukur dan pemberian sedekah.
–
Penulis: Antariksa Bumiswara








