Nomophobia
Nomophobia

Mengatasi Kecanduan HP atau Nomophobia

Posted on

Nomophobia atau no mobile phobia adalah kekhawatiran yang terjadi ketika kita berjauhan dengan smartphone atau HP. Apakah kita termasuk penderita penyakit ini? Mungkin saja iya.

Ciri-cirinya, antara lain, ketika kita membawa HP kemana pun pergi, bahkan termasuk ke masjid dan ke tempat pengajian. Ciri lainnya adalah ketika kita berbicara dengan orang lain termasuk keluarga dan kawan dekat kita sambil memencet-mencet HP.

Ciri yang paling mendekati adalah ketika kita mengecek HP lima menit sekali untuk melihat apakah ada pesan masuk atau apakah ada info baru atau apakah ada yang merespon status kita.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Pada kadar yang lebih tinggi nomophobia bisa menyebabkan satu penyakit yang disebut hipersensitivitas elektromagnetik (EHS). Penyakit ini telah lama diakui sebagai isu kesehatan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penyakit ini disebabkan oleh ketergantungan akut terhadap perangkat elektronik yang mengelilingi penderita, terutama HP dengan perangkat game dan berbagai aplikasinya serta jaringan internetnya.

Tidak untungnya, di Indonesia penyakit ini lebih banyak menimpa anak-anak. Beberapa diantaranya bahkan sampai dirawat di rumah sakit jiwa.

Penderita akan cenderung merasakan gejala-gejala tertentu, seperti nyeri otot atau sendi, penyakit kulit, mudah lelah, hingga sakit kepala ketika berada jauh dari perangkat elektronik tersebut. Bahkan penderita bisa marah-marah jika dijauhkan dari perangkat elektronik kesayangannya itu.

Baca Juga >  Siapakah Ruh yang Turun ke Bumi Saat Malam Lailatul Qadar?

Agar kita atau anak-anak kita tidak tertimpa penyakit EHS ini langkah antisipasinya tentu dengan mengatasi penyakit nomophobia tadi.

Bagaimana caranya? Tidak lain adalah membatasi penggunaan HP. Alat ini harus diletakkan ditempat tertentu, bukan di kantong atau di tangan. Pada saat-saat tertentu yang membutuhkan konsentrasi misalnya saat belajar atau saat beribadah atau saat bekerja, HP tidak boleh ikut serta, dan harus diletakkan di tempat yang agak jauh atau dinonaktifkan.

Cara sederhana lainnya untuk mengatasi nomophobia adalah tidak memencet HP ketika kita bangun tidur di pagi hari dan tidak meletakkan HP di samping tempat tidur kita.

Awali aktifitas pagi dengan membersihkan diri di kamar kecil lalu mengambil air wudlu dan shalat shubuh. Jangan mengawali aktifitas bangun pagi dg memencet HP meskipun untuk alasan lihat jam.

Jangan juga mengakhiri aktifitas dengan memencet HP meskipun untuk alasan mendengarkan musik atau murottal Al-Qur’an. Jauhkan HP dari tempat tidur. Jadikan shalat isya’ atau doa malam menjadi aktifitas terakhir harian kita.

Penulis: A Khoirul Anam, Dosen UNU Indonesia