Menderitanya Orang Kaya

Umumnya orang ingin menjadi kaya. Dengan kaya, apa yang dibutuhkan bisa dipenuhi. Mau baju baik bisa beli. Mau makan enak bisa cepat datang makanannya. Mau kendaraan tipe baru bisa didatangkan. Mau rumah desain mutakhir bisa segera wujud. Hampir semua yang diinginkan bisa terwujud dengan segera. Namun mengapa ada orang kaya kok menderita.

Tebakan pertama apa yang mendekati akurat? Yang bisa saya duga adalah orang kaya cenderung mengkufuri nikmat. Mari kita mengingat QS Ibrahim, ayat 7, yaitu “wa-idz ta-adzdzana rabbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid”. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Penderitaan yang dialami orang kaya, setidak banyk faktor yang menyebabkan. Pertama, boleh jadi harta yang didapat melalui cara yang tidak halal, apakah dengan korupsi, menipu, berjudi, dan sejenisnya, sehingga hidupnya tidak tenang. Rasulullah saw bersabda. “Akan datang kepada manusia suatu masa, (pada waktu) seseorang tidak lagi menghiraukan sesuatu yang diraihnya, apakah dari (sumber) yang halal ataukah dari (sumber) yang haram.” (HR. al-Bukhari dan an-Nasai).

Kedua, bahwa kekayaan yang dimiliki tidak dibersihkan dengan baik, sesuai dengan hukum syar’iyah. Walaupun tidak sedikit orang yang bertindak seperti merasa baik-baik saja, karena mereka dapatkan rizki dengan sungguh-sungguh dengan modal kepintaran, keahlian dan kegigihan. Apapun kondisinya, tetap harta harus dibersihkan untuk bayarkan haknya mustahiq. Ingat QS Al Maa-‘uun, 1-Tidaklah kau lihat orang yang menipu agama? Yaitu mereka yang membiarkan anak-anak yatim(terlantar). Dan tidak peduli atas makanan orang miskin” (QS al-Maun;1-3). Betapa beratnya sanksi yang akan diterimakan kepada muzakki Yang tidak taat.

Orang kaya dengan hartanya yang melimpah tidaklah bisa diartikan bahwa orang kaya bisa berbelanja semaunya, karena siapapun tidak boleh berlebihan, termasuk berbelanja. Allah berfirman: “wa kulu wasyrobuu wala tusrifuu innahu la yuhibbul musrifin” (dan makanlah dan minumlah kamu sekalian dan jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan)(QS.Al A’raaf :31). Begitu pentingnya kecakapan memanaj harta, jika salah memanaj, secara langsung atau tidak langsung akan berdampak pada ketenangan hati.

Anugerah Allah swt yang diberikan kepada manusia mendapat respon yang beragam, Jika manusia itu bisa menyikapi dengan benar, dan berperilaku dengan tepat pula, maka manusia yang kaya itu sungguh bisa menikmati hidup dengan baik. Namun jika tidak bisa menyikapi dengan tepat, maka hidupnya bisa menderita. Kekayaan yang mestinya bisa menghadirkan kehidupan bahagia, tetapi justru menderita. Tentu yang terbaik itu, kita mendapatkan anugerah kekayaan dan kita bisa jauh dari menderita. Aamiin.

Prof Rochmat Wahab, Ketua PWNU DIY 2011 2016.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *