Mbah Maimoen: Kita ini Memang Beda, tapi tetap Sama

Posted on

mbah maimoen dan pangdam diponegoro

Oleh: Gus Abdul Ghofur Maimoen, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

 

Malam ini (Selasa, 9 Januari 2018-red), Pangdam Jawa Tengah, Mayjen TNI Wuryanto berkunjung ke Pesantren Al-Anwar asuhan Guru Mulia KH. Maimoen Zubair. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya lal-Wathan, lagu wajib Nahdhatul Wathan pimpinan Mbah Wahhab Hasbullah Jombang era perlawanan terhadap penjajahan Belanda, lalu diikuti dengan pembacaan ayat2 suci Al-Quran

Dalam sambutannya, Mbah Maimoen diantaranya menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW. mampu menyatukan Arab dalam satu negara, yakni Negara Madinah. Nabi menyatukan Arab dengan alat transportasi unta. Kita ini sudah sangat maju alat transportasi dan alat komunikasinya. Masak kita tidak mampu menyatukan bangsa ini. Bodoh sekali kita ini jika tak mampu.

Kita ini memang beda, tapi tetap sama. “Bedo tapi podo, podo tapi bedo.” Tiap komponen bangsa harus mampu bekerjasama dengan komponen lainnya. Nabi memimpin Arab yang beragama Islam, namun tetap mampu menjalin hubungan dengan sejumlah negara non-Islam. Nabi Muhammad mengendarai unta, kuda, keledai dan kuda poni yang beliau peroleh sebagai hadiah dari sejumlah raja-raja. Anak saya diminta oleh Presiden untuk mendampingi Pak Ganjar, ya saya persilahkan. Biarlah yang hijau bisa memberi warna yang merah.

Baca Juga >  Santri dan Pluralitas Masyarakat

Hari ini telah masuk hari Rabu. Allah menciptakan bumi empat hari, dimulai hari Ahad dan berakhir hari Rabu. Angka empat menjadi sangat penting. Saya selalu berjuang di NU karena ada angka empatnya, yakni PBNU: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45.

Di akhir sambutannya, Mbah Maimoen menyanyikan penggalan lagu Ya lal-Wathan:

“Indonesia bilaady, Anta unwaanul fakhaama .. kullu man ya’tiika yawman thaami’an* yalqa himaama.”

“Indonesia adalah negeriku. Engkau adalah lambang keagungan. Siapa yang datang bermaksud merusakmu pasti akan binasa.”

Foto: Guru Mulia KH. Maimoen Zubair dan Pangdam Jawa Tengah Mayjen TNI Wuryanto berdiri ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya lal-Wathan.

* Mbah Maimoen selalu membaca طامعا akan tetapi yang selalu terdengar dari kawan-kawan selalu طامحا.