masjid

Masjid Teror, Masjid Diror, dan Kaum Munafiq

Posted on

KH Dr Arif Maftuhin, Dosen UIN Sunan Kalijaga

Dulu, pada masa Nabi, ada sebuah masjid yang disebut dalam Qur’an sebagai Masjid Diror. Diror itu artinya mengakibatkan kerugian orang lain. Ada hadits terkenal di kalangan ahli Fiqih dan menjadi kaidah banyak hukum Islam berbunyi ” لا ضرر ولا ضِرار “, yang artinya orang tidak boleh melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Ya, orang lain, tidak dibatasi apakah orang itu Muslim atau non-Muslim.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Para pemuja bom bunuh diri itu bisa dipastikan mengabaikan Hadits ini. Sebab tindakan mereka itu sekaligus ضرر dan ضِرار mencelakan diri sendiri dan mencelakakan orang lain.

Ayat tentang Masjid Dirar sendiri diturunkan agar Nabi membatalkan kunjungan ke masjid tersebut. Menurut berbagai riwayat, Masjid ini adalah masjid orang-orang munafiq yang digunakan untuk mengkonsolidasikan kekuatan mereka di Madinah. Mereka ini duri dalam daging negara Madinah yang baru berdiri. Al-Qur’an menyebutkan kelompok di masjid ini sebagai:

Baca Juga >  Malam Lailatul Qadar dalam Perspektif Ilmu Falak Ruhani

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Tujuan didirikannya masjid ini sudah tidak baik, memecah belah persatuan dan bertolak belakang dengan apa yang mereka dengung-dengungkan, sampai bersumpah, “Kami ini hanya ingin berbuat baik.”

Allah tahu persis apa yang di hati mereka. Bahkan Nabi akhirnya memerintahkan agar masjid itu dihancurkan dan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Jadi, jangan heran lho ya… Meskipun namanya Masjid juga ada yang “jahat”, menjadi sumber perpecahan di kalangan masyarakat. Sekarang, adakah masjid dirar di sekitar kita? Lihat saja daftar khatib dan penceramah Ramadannya. Dengarkan isi khutbah dan ceramahnya. Kalau yang dibawa cuma pesan memecah belah umat dan bangsa, mungkin masjid itu tergolong masjid teror, eh diror.