Malam Lailatul Qadar 2020: Pengertian, Tanda-Tanda dan Keutamaannya

Malam Lailatul Qadar 2020 Pengertian, Tanda-Tanda dan Keutamaannya

Malam Lailatul Qadar 2020: Pengertian, Tanda-Tanda dan Keutamaannya.

Malam lailatul qadar adalah salah satu malam yang terdapat di bulan ramadhan. Malam ini malam yang istimewa. Sebab, pada malam tersebut al-Qur’an diturunkan. Selain itu, malam ini juga lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan.

Berdasarkan kabar dari Rasulullah Saw., malam lailatul qadar ada pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.

“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Lebih jelas lagi, Rasulullah Saw membocorkan bahwa malam lailatul qadar ada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir raamdhan.

“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan).

Berdasarkan dua hadist tersebut, malam lailatul qadar terjadi malam ganjil yakni malam 21, 23, 25, 27 dan 29.

Ciri-Ciri Lailatul Qadar

Pertama, udara dan suasana pagi yang tenang.

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist Hasan)

Kedua, cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya.

Dari Ubay bin Ka’ab ra. Bahwasanya Rasulullah Saw., bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim).

Ketiga, terkadang terbawa dalam mimpi seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi ra.

Keempat, bulan nampak separuh bulatan.

Abu Hurairah ra pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah Saw beliau berkata: “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

Kelima, malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqa’ dari Rasulullah Saw berikut ini:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

Keenam, orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Keutamaan Lailatul Qadar

Pada malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa saja yang memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosanya, niscara Allah Swt, akan memberikan ampunan.

Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah Saw., berikut ini.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Imam Bukhari).

Dengan demikian, mari manfaatkan sebaik-baiknya sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan dengan maksimal. Isi malam-malam tersebut dengan beribadah kepada Allah Swt.

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan seperti i’tikaf, tadarus al-Qur’an, shalat sunnah, dzikir dan lain sebagainya.

(Rokhim Nur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *