Makna Asli Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (5)

Makna Asli Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (5)

Makna Asli Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (5).

Oleh Edi AH Iyubenu, wakil ketua LTN PWNU DIY.

Bacaan Lainnya

Dalam Adab al-Suluk wa al-Tawasshul Ila Manazil al-Muluk, Syekh Abdul Qadir al-Jailani qaddasahulLah memberikan istilah kunci yang sangat penting untuk kita pahami dalam jagat tauhid ini, yakni takwin (kuasa penciptaan atau keterjadian). Maqam ini dikaruniakan Allah Swt kepada hamba yang dikehendakiNya seiring kekafahan tauhid di hatinya dalam rupa kefanaan keinginan dan kehendaknya.

Beliau qaddasahulLah mengatakan, “….tanda dari kebinasaan dirimu (fana) dalam tindakan Allah ‘Azza wa Jalla ialah bila kau tak lagi menginginkan satu keinginan apa pun meski kau memiliki kehendak. Kau juga tak lagi memiliki tujuan dan tidak terpaku pula pada kebutuhan dan cita keinginan. Saat bersama kehendak Alah Swt, kau tak akan menginginkan apa-apa lagi selain kehendakNya, kemudian tindakan Allah Swt lah yang mengalir di dalam dirimu. Jadilah kau kehendak dan tindakan Allah Swt….tak membutuhkan lagi segala sesuatu dan merasa cukup dengan Sang Penciptanya saja. Tangan Kekuasaan senantiasa menggerakanmu, Lidah Keabadian selalu menyeru namamu, Tuhan semesta alam senantiasa mengajarimu, membusanaimu dengan Nurr-Nya….”

Tuturan ini juga bisa kita pahami dari ayat al-Qur’an yang meliput tentang orang-orang yang diberikan ilmu hikmah oleh Allah Swt. Waman yu’tal hikmata faqad utiya khairan katsiran, siapa yang telah diberikan oleh Allah Swt ilmu hikmah, maka telah didiberikan kepadanya kebaikan yang banyak…. 

Orang yang telah memfanakan dirinya dalam Diri Allah Swt, niscaya hanya senantiasa menghadap kepada Allah Swt, dalam seluruh aspek hidupnya. Mungkin saja ia secara lahiriah berdagang di pasar atau minum kopi di sebuah kafe, tetapi hatinya selalu tersambungkan hanya kepada Allah Swt, sehingga dengan sendirinya seluruh aktivitas tersebut juga dinisbatkan kepada Kemahaan Allah Swt.

Ia berdagang bukan lagi sebagai “karena Allah Swt”, sebagaimana derajat umum di bawahnya, tetapi melampaui jauh ke “meyakini Allah Swt lah yang memungkinkannya melakukan hal tersebut”. Dan ini meliputi seluruh detiknya, geraknya, hingga desir keinginannya.

Segala keinginan yang hadir senantiasa ia terima sebagai ilhamNya. Segala realitas yang terjadi kepadanya atau di hadapannya, ia terima pula sebagai ilhamNya. Bukti tajalliNya yang telah terkasyafkan kepadanya.

Maka, tak lagi diherankan, kepada suatu peristiwa kemungkaran pun, ia bisa menyaksikan Maujud Allah Swt di dalamnya.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani menukil sebuah hadis Qudsi: “HambaKu yang beriman senantiasa mendekatkan diri kepadaKu…sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya untuk ia mendengar, menjadi matanya untuk ia melihat, menjadi tangan untuk ia mengepal, menjadi kaki untuk ia berjalan. DenganKu ia mendengar, denganKu ia melihat, denganKu ia mengepal, dan denganKu ia berpikir.”

Makin terang kini apa yang dimaksud takwin tadi. Dikarenakan tauhid haq kita menyatakan semua peristiwa dan hal terjadi atas kehendak Allah Swt, dan itu semua telah senantiasa terpandang sebagai iradah Allah Swt, maka logis belaka bila takwin itulah yang selalu terjadi.

Coba kita renungkan ayat 51 dari surat at-Taubah ini: “Katakanlah: sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah Swt untuk kami. Dialah Swt Pelindung kami dan hanya kepada Allah Swt lah orang-orang yang beriman itu bertawakal.”

Juga surat al-Hadid ayat 29: “….tiada akan punya kemampuan apa pun dari karunia Allah Swt dan sungguh semua karunia ada dalam kekuasaan Allah Swt, yang diberikanNya kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah Swt Maha Pemilik karunia yang agung.

Juga ayat 17 dari surat al-Anfal: “Maka bukanlah kalian yang membunuh mereka tetapi Allah Swt lah yang membunuh mereka; dan bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah Swt lah yang melempar….

Betapa sangat terangnya ayat-ayat tersebut melandasi ajaran takwin Syekh Abdul Qadir al-Jailani qaddasahulLah. Memang, kebenderangan tersebut tidak serta merta sebangun dengan mudahnya bagi kebanyakan kita untuk menggapainya. Mereka yang berhsil menggapai kebenderangan naqli tersebut kiranya hanyalah:

….mereka sungguh-sungguh rela (ridha) kepada apa yang diberikan Allah Swt dan RasulNya kepada mereka dan mereka berkata: ‘Cukuplah Allah Swt bagi kami, Allah Swt akan memberikan sebagian karuniaNya, dan demikian pula RasulNya, sesungguhnya hanya kepada Allah Swt lah kami berharap.” (QS. At-Taubah ayat 59).

Dalam ayat 111 dari surat yang sama, at-Taubah, digambarkan: “Sesungguhnya Allah Swt telah ‘membeli’ dari orang-orang mukmin itu diri mereka dan harta mereka bahwasanya sungguh telah disiapkan surga kepada mereka….

Ridha atas segala kehendak dan tindakan Allah Swt, atau takdir-takdirnya, manis dan pahit, sebagai berkah rohani dari “telah dibelinya diri dan harta” oleh Allah Swt, atau kefanaan tadi, begitulah rangkaian proses yang kemudian memungkinkan dikaruniakanNya takwin itu.

Takwin ini bisa berupa hal-hal yang lazim dan alamiah secara lahiriah, namun secara rohanihal-hal tersebut merupakan semata Cahaya KeagunganNya karena terpandang sebagai kehendak dan tindakanNya semata. Ada pula takwin yang berupa hal-hal yang suprarasional, adikodrati, yang sering kita sebut sebagai karamah. Ihwal takwin yang terakhir ini, biarkanlah ia tetap menjadi Rahsia Karunia Allah Swt saja. Yang lebih dekat kepada kondisi riil kita ialah perjuangan menuju takwin pertama itu, yakni –dalam istilah Ibnu ‘Arabi—Satu Realitas dalam banyak realitas; banyak realitas dalam Satu Realitas. Atau, kerap pula dinarasikan: “Memandang Satu dalam seribu pandangan; memandang seribu pandangan dalam Satu pandangan.”

Wallahu a’lam bishshawab.

Jogja, 6 Agustus 2019

________________

Semoga artikel Makna Asli Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (5) ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait Makna Asli Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (5) di sini

simak video terkait di sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *