YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA
UNU Yogyakarta merupakan universitas yang dikonsep sebagai perguruan tinggi yang berbasis kepesantrenan. Sejak awal masuk kuliah, para mahasiswanya tidak hanya diajarkan ilmu kampus, akan tetapi tetap ditanamkan nilai-nilai pesantren sehingga diharapkan perilaku sehari-hari mahasiswa tetap sebagai seorang santri. Bagi mahasiswa prodi manajemen selain memiliki rutinan mujahadah dan tahlil di setiap hari jumat pagi. Mereka belum lama ini untuk pertama kalinya telah mengadakan kegiatan ziarah ke beberapa makam auliya di kota Semarang dan Demak.
Semangat juang ke-NU-an para mahasiswa manajemen UNU sangat baik sekali, semua tidak lepas karena dukungan para dosen manajemen yang selalu menghargai dan sabar dalam membimbing para mahasiswanya. Ketulusan para dosen manajemen tersebutlah yang membuat para mahasiswanya memiliki semangat dalam setiap kegiatan–kegiatan yang didukung oleh para dosennya.
Menurut Kaprodi Manajemen, Febriani Wahyusari Nurcahyanti, S.E., M.M. kegiatan ziarah tersebut diadakan untuk menanamkan jiwa kepesantrenan dan jiwa sosial yang tinggi. Agar para mahasiswa selalu mengingat sejarah Islam dan menumbuhkan rasa juang, rasa semangat untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, Febri juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diadakan rutin setiap tahun sekali pada bulan Maulud.
Mahasiswa dan santri dua hal yang sangat beriringan, apabila dua ilmu tersebut dijalankan bersamaan akan menghasilkan SDM yang layak untuk bersaing dalam dunia kerja dan tidak lupa dengan akhirat. Hal inilah yang diharapkan oleh para dosen manajemen dalam setiap kegiatan yang selama ini dijalankan. Harapan dan usaha para dosen dan mahasiswa adalah suatu cita – cita bersama yang selalu dan akan dikenang setiap masa.
Terkhusus kegiatan ziarah ke makam para auliya yang diharapkan suatu saat nanti para mahasiswa dapat terus menjalankan perjuangan para auliya dengan cara dan modelnya masing- masing. Dengan tujuan yang sama yaitu menjadikan umat Islam satu dan tumbuh rasa toleransi dan pemahaman agama dengan baik yang tidak hanya belajar secara instan. (Hanifah Salma Muhammad/rn)








