Lora Fadil dan Perkembangan Hukum Keluarga

Posted on

Perkembangan Hukum Keluarga

Batas minimal usia nikah dalam UU Perkawinan sudah dibikin sama. Mengikuti alur zaman, laki-perempuan semakin setara. Ada harta bersama setelah perkawinan. Anak perempuan bisa menghalangi paman mendapat warisan. RKUHP juga memberikan peringatan kepada keluarga agar dalam bercinta pun tidak ada pemaksaan.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Namun hukum alam menunjukkan bahwa peningkatan semangat di satu sisi akan diikuti semangat di sisi yang lainnya yang berlawanan. Tinggal bagaimana nanti hasil kontestasinya.

Di Malaysia, hukum keluarga lebih ketat: Ada peraturan, ada sanksi. Poligami tanpa melalui prosedur, misalnya, bisa dipenjara setengah tahun. Tapi anehnya, ada parade poligami terang-terangan di sana.

Di Indonesia, orang jenggot yang tidak suka KHI buka kelas poligami. Begitulah…

Baca Juga >  Mengapa Netralitas Mengancam Demokrasi?

Tapi kali ini aneh. Politisi senayan yang poligami ini direkrut oleh partai sekular lalu gambarnya disebar oleh wanita-wanita yang selama ini menolak suaminya kawin lagi. Maksudnya bercanda, tapi serius. Mengutip istilah Makmur temannya Sule: bercandanya serius!

Penulis: A Khoirul Anam, dosen UNUSIA Jakarta.