GEMURUH tepuk tangan membahana di Balai Budaya Karangkitri Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Sabtu (19/10) malam saat berakhirnya pertunjukan teater dengan judul “Memburu Muhammad”. Para personel Lesbumi yang terdiri Fery Ludyanto, Awaluddin, David Nee, Ali Syafaat, Brilly, Alif dan Yasmin memang sukses mementaskan pertunjukan teater Hari Santri bertajuk “WADUL” ini. Dari awal pertunjukan hingga akhir para pemain mampu memukau penonton.
Ketua Lesbumi PWNU DIY, Awaluddin menjelaskan, pertunjukan teater ini digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Dalam pementasan ini Lesbumi PWNU DIY bekerjasama dengan Sanggar Suto Kelurahan Panggungharjo, Sanggar NUN, dan PP Budaya Kaliopak.
“Dalam menyambut peringatan Hari Santri ini bertajuk “WADUL” dengan highlight pertunjukan teater berjudul “MEMBURU MUHAMMAD” buah karya Iwan RS,” kata Awaluddin.
Mengapa “MEMBURU MUHAMMAD”? Melalui pertunjukan ini Lesbumi mengajak untuk sama-sama “wadul” atau mengadu kepada Allah SWT dan Kanjeng Rasul. Masihkah ada jiwa-jiwa Muhammad di berbagai atribut kehidupan yang sedang berlangsung ini? Adakah jiwa Muhammad di pasar-pasar, di perguruan-perguruan tinggi, di gedung-gedung pemerintah, di pabrik-pabrik di manapun dan dalam kondisi apapun?
Sebagai ciri khas kaum santri, rangkaian acara diawali dengan tahlilan dan hadrohan pembacaan Shalawat Nabi Muhammad SAW. Setelah menyanyikan Indonesia Raya dan Yalal Wathon, dilanjutkan pertunjukann musik oleh Sanggar NUN dan pembacaan puisi oleh Fairuzul Mumtaz.
Pertunjukan disaksikan Ketua PWNU DIY Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor SH MHum dan Wakilnya Ahmad Lutfi MA, Ketua LKK PWNU DIY Ahmad Ghozi serta penonton dari berbagai kalangan. (Lutfi)








