Klarifikasi dan Penjelasan atas Tausiyah Abuya Muhtadi Dimyati Banten

abuya muhtadi

Penjelasan Taushiyah Syaikhunal Karim Ibnul Karim Abuya Muhtadi Bin Abuya Dimyathi Al-Bantany

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته .
الحمدلله حسبي وكفى ، والصلاة والسلام على الحبيب المصطفى ، وعلى آله وصحبه أهل الصفا والوفا ، أما بعد .

Menyikapi beredarnya tanggapan-tanggapan yang kurang pas terhadap Taushiyah Guru kami Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany akhir-akhir ini maka kami selaku santri Beliau perlu menjelaskan sebagai berikut :

1. Taushiyah Abuya tentang Habaib bukan Warotsatul Anbiya itu “Min Ithlaqil ‘Aam Wa Irodatil Khosh” / Lafadznya Umum Habaib tapi yang dituju itu khusus oknum Habib yang tidak mewarisi ilmu dan Akhlaq nya Baginda Rasul Muhammad SAW, yang ceramahnya tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah, dengan dasar:
– Asbabul Wurudnya Abuya Taushiyah seperti itu karena akhir-akhir ini di Banten ada ceramah dari Habib yang tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah.
– Abuya Muhtadi itu sangat enjoy dan happy dengan Habaib yang menyejukkan yang mewarisi ilmu & Akhlaqul Karimah Baginda Rasul Muhammad SAW (Habib Luthfi Bin Yahya, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dll)

2. Abuya Muhtadi tidak mengingkari keutamaan Dzat Habaib Dzurriyyah Rosululloh SAW sebagai “Amanul Ardli” / Paku bumi, tapi yang Beliau ingkari adalah sifat-sifat oknum Habib yang tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah.

3. Habaib yang tidak diperbolehkan masuk Banten kecuali Dzikir 10.000 kali itu juga ditujukan Kepada oknum Habib yang ceramahnya suka menebar kebencian, dari pada ceramah yang tidak baik mending perbanyak Dzikir.

4. Yang dimaksud dengan Goyang Habaib tidak boleh itu bukan goyang badannya, tapi goyang pendiriannya, artinya Orang-orang Banten itu tidak boleh Goyang pendiriannya dengan mengikuti oknum Habib yang sifatnya tidak terpuji.

Dan kenapa Abuya memperbolehkan goyang inul…?

Bukan berarti Beliau membolehkan secara muthlaq, tapi dibandingkan dengan goyang oknum Habib yang berkaitan dengan hati, maka lebih baik goyang inul karena cuma berkaitan dengan badan tidak berkaitan dengan hati.

5. Terkait pengakuan Abuya Muhtadi sebagai Kepala Ulama Banten, walaupun secara legalitas tidak ada dan walaupun secara legitimasi itu bisa dibuktikan dengan adanya Abuya dijadikan ikon Ulama Banten pada event-event tingkat Nasional dan Daerah, tapi pengakuan tersebut lebih pada ketawadluan Beliau yang maksudnya adalah Beliau sebagai garda terdepan dan bumper Ulama Banten yang siap siaga menjaga kesucian Banten dan Ulama-ulama Banten dari oknum yang berusaha menciderainya.

5. Terkait dengan Kitab-kitab yang disebut oleh Abuya Muhtadi (Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Asnal Matholib) itu memang Kitab- Kitab Fiqih yang tidak menjelaskan Keutamaan Habaib, tapi maksud Abuya berhubung Kitab-kitab tsb adalah Maroji’ul Muta-akhkhirin Asy-Syafi’iyyah maka siapapun Jangan berani-berani berfatwa sebelum paling tidak mengkhatamkan dan memahami Kitab-kitab tsb, karena bisa-bisa Fatwanya tidak menjadikan Mashlahat tapi malah menjadikan Mafsadat.

Demikian yang bisa Al-Faqier jelaskan, mudah-mudahan bisa difahami oleh Sahabat-sahabat semuanya.

والله الموفق إلى أقوم الطريق ،
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته .

صيداهو فنديقلان ، ١١ ديسمبر ٢٠١٨ م .

من الفقير إلى رحمة ربه الخبير ،
محمد حباب نافع نعمان رحمة الله .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *